- HOKA meluncurkan sepatu lari Clifton Pro yang dibanderol seharga Rp2.799.000 di Indonesia.
- Sepatu ini dilengkapi teknologi midsole PROGLIDE™+ berbahan Supercritical EVA untuk memberikan bantalan empuk dan responsif bagi pelari.
- Dr. Jason menilai HOKA Clifton Pro cocok dan nyaman untuk beragam pace termasuk long run.
Suara.com - HOKA kembali meramaikan pasar sepatu lari dengan meluncurkan HOKA Clifton Pro, running trainer terbaru yang menawarkan perpaduan bantalan empuk, bobot ringan, dan responsivitas untuk menunjang berbagai kebutuhan latihan.
Sepatu ini dirancang bagi pelari pemula, pelari berpengalaman, hingga atlet yang membutuhkan kenyamanan saat menempuh jarak jauh tanpa kehilangan sensasi langkah yang responsif.
Dengan karakter tersebut, HOKA Clifton Pro menarik untuk dipertimbangkan sebagai teman latihan harian maupun long run.
HOKA Clifton Pro kini telah tersedia di sejumlah ritel olahraga di Indonesia dengan harga sekitar Rp2.799.000.
Namun, sebelum membeli, penting untuk mengetahui teknologi, material, serta kenyamanan yang ditawarkan sepatu ini berdasarkan spesifikasi dan ulasan pengguna.
Bantalan Empuk dengan Langkah Lebih Responsif
HOKA Clifton Pro dikembangkan untuk mendukung aktivitas lari harian dengan geometri rocker yang lebih agresif.
Desain ini membantu menciptakan transisi langkah yang lebih mulus, terutama saat kaki bergerak dari fase mendarat menuju dorongan untuk melangkah berikutnya.
Bobotnya sekitar 268 gram, sehingga tetap terasa ringan untuk kategori sepatu latihan dengan bantalan tebal.
Baca Juga: Apakah Smartwatch Bisa untuk WA? Ini 5 Merk yang Mendukung WhatsApp
Meski membawa sejumlah pembaruan, Clifton Pro tetap mempertahankan karakter utama lini Clifton yang dikenal nyaman dan mendukung lari jarak jauh.
Bagian upper menggunakan material mesh yang dirancang untuk mendukung sirkulasi udara. Material tersebut membantu menjaga kaki tetap terasa sejuk dan mempercepat penguapan keringat selama berlari.
Salah satu pembaruan utama terdapat pada bagian midsole PROGLIDE™+. Teknologi ini menggunakan busa Supercritical EVA atau SCF yang dirancang untuk memberikan bantalan sekaligus respons langkah yang lebih baik.
Material Super Abrasion Rubber juga ditempatkan pada area yang rentan mengalami gesekan untuk membantu meningkatkan daya tahan.
Di bagian bawah, outsole menggunakan karet Durabrasion pada area depan kaki serta karet dengan ketahanan abrasi tinggi pada bagian tumit.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk menjaga daya cengkeram dan memperpanjang usia pakai pada area yang sering bersentuhan dengan permukaan jalan.
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Perbedaan ASICS Novablast 6 vs Novablast 5: Apakah Perlu Upgrade?
-
5 Perbedaan Sepatu Lari Harian dan Sepatu Balap: Fungsi, Bantalan, hingga Ketahanannya
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Sepatu Lari ANTA PG7 Berapa Harganya? Ini Seri dan 3 Rekomendasi Paling Laris di Shopee
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya