- Mayoritas orang tua pekerja memilih ruang kerja lokal saat libur sekolah.
- Sistem kerja fleksibel terbukti ampuh memangkas biaya operasional pengasuhan anak harian.
- Fasilitas kerja hybrid mampu tingkatkan produktivitas serta menjaga kesehatan mental karyawan.
Sekitar 26 persen responden bahkan secara terang-terangan mengaku kesulitan menjaga konsentrasi saat harus memadukan tanggung jawab domestik dan tuntutan pekerjaan secara bersamaan.
Demi menyiasati desakan kebutuhan pengasuhan, 28 persen pekerja terpaksa mengambil jatah cuti tahunan mereka di musim libur sekolah.
Lebih mengejutkan lagi, satu dari lima orang tua atau sekitar 18 persen rela menghabiskan seluruh sisa cuti tahunannya khusus untuk periode ini.
Sebanyak 22 persen orang tua pekerja memilih untuk mengurangi intensitas rapat daring atau menunda pekerjaan hingga larut malam.
Di sisi lain, terdapat 21 persen responden yang memutuskan untuk memulai hari kerja lebih awal agar seluruh tugas dapat terselesaikan dengan baik.
Fasilitas ruang kerja fleksibel yang berlokasi tak jauh dari rumah kini menjadi solusi dambaan bagi 83 persen pekerja.
Sekitar 27 persen orang tua bahkan meyakini bahwa kehadiran fasilitas tersebut mampu memberikan lebih banyak waktu berkualitas bersama anak-anak di rumah.
Sistem Hybrid Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Penerapan sistem kerja hybrid terbukti sukses membantu para orang tua untuk mengelola kebutuhan pengasuhan anak dengan jauh lebih terjangkau.
Baca Juga: Riset Terbaru Ungkap Dampak Teknologi AI Terhadap Pilihan Pekerjaan Gen Z
Sebanyak 69 persen responden mengaku bisa menghemat anggaran transportasi harian, yang kemudian dialokasikan langsung untuk mendanai berbagai kebutuhan anak.
Keuntungan sistem kerja terdistribusi ini sejalan dengan temuan riset gabungan antara IWG dan firma Arup mengenai masa depan dunia kerja.
Perusahaan yang memfasilitasi karyawannya untuk menggunakan ruang kerja lokal berpeluang menggenjot tingkat produktivitas hingga 12 persen dalam lima tahun ke depan.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa kebijakan kerja fleksibel sukses menekan tingkat pengunduran diri sukarela karyawan hingga 20 persen di wilayah Amerika Serikat.
Penurunan angka pergantian staf ini berpotensi besar menciptakan nilai penghematan korporasi hingga 22 miliar dolar AS pada tahun 2030 mendatang.
Kebebasan dalam menentukan lokasi bekerja nyatanya memegang peranan sangat krusial bagi keseimbangan hidup para orang tua di masa liburan.
Chief Commercial Officer IWG, Fatima Koning, turut memberikan pandangannya mengenai dampak positif kebebasan memilih ruang kerja ini.
"Fleksibilitas tempat kerja tidak hanya mendukung kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan mental secara keseluruhan dan kepuasan kerja karyawan," ungkap Fatima.
Ia juga menambahkan bahwa akomodasi kebutuhan orang tua pekerja lewat ruang kerja lokal akan menumbuhkan lingkungan perusahaan yang lebih suportif.
"Hal ini pada akhirnya mendorong produktivitas dan retensi talenta perusahaan," pungkas Fatima Koning.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia
-
Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson
-
Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting
-
Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China
-
Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
KPK Pertanyakan Selisih Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, ke Mana Sisanya?
-
5 Cara Memakai Sunscreen Spray yang Benar, Bukan Asal Semprot