- Mayoritas orang tua pekerja memilih ruang kerja lokal saat libur sekolah.
- Sistem kerja fleksibel terbukti ampuh memangkas biaya operasional pengasuhan anak harian.
- Fasilitas kerja hybrid mampu tingkatkan produktivitas serta menjaga kesehatan mental karyawan.
Suara.com - Musim libur sekolah kerap membawa tantangan tersendiri bagi para orang tua pekerja dalam menyeimbangkan rutinitas karier dan keluarga.
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa mayoritas orang tua kini lebih memilih bekerja dari lokasi yang dekat dengan tempat tinggal untuk menekan stres pengasuhan anak.
Riset dari International Workplace Group (IWG) mengungkapkan sebanyak 69 persen orang tua merasa tertekan saat mengatur jadwal penitipan anak pada masa liburan.
Kehadiran akses ruang kerja lokal dinilai oleh 78 persen responden sebagai solusi efektif untuk meringankan beban pikiran tersebut.
Tingginya tekanan inflasi global membuat 74 persen orang tua sangat membutuhkan fleksibilitas kerja demi memangkas biaya operasional pengasuhan.
Bahkan, lebih dari seperempat responden memprediksi pengeluaran penitipan anak mereka akan melonjak lebih tinggi pada musim libur tahun ini.
Menurunnya Fleksibilitas Kerja Jadi Kendala Utama
Tahun ini, sekitar 55 persen orang tua menghadapi pengetatan kebijakan kerja fleksibel dari perusahaan tempat mereka bernaung.
Angka tersebut mencatatkan kenaikan signifikan dibandingkan pembatasan serupa yang hanya berada di angka 33 persen pada tahun 2025 lalu.
Baca Juga: Riset Terbaru Ungkap Dampak Teknologi AI Terhadap Pilihan Pekerjaan Gen Z
Kewajiban untuk kembali bekerja dari kantor pusat membuat 26 persen responden merasa ada ketimpangan dalam pembagian tugas pengasuhan anak bersama pasangan.
Kondisi ini pada akhirnya memaksa 27 persen orang tua pekerja untuk semakin bergantung pada bantuan keluarga maupun teman terdekat.
Beban tambahan dari kebijakan kembali ke kantor ini rupanya memberikan dampak psikologis yang lebih berat kepada kelompok ibu pekerja.
Sekitar 75 persen ibu merasakan tekanan ekstra dalam mengelola urusan anak selama libur sekolah, sedikit lebih tinggi dibandingkan ayah yang berada di angka 66 persen.
Strategi Adaptasi Jam Kerja di Musim Liburan
Dinamika rutinitas keluarga selama masa liburan panjang diakui sangat memengaruhi performa profesional dari 75 persen orang tua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek