Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB
Kembang Goeyang di Sarinah, Jakarta Pusat. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Restoran Kembang Goeyang milik Faizal Admodirdjo resmi dibuka di lantai dasar pusat perbelanjaan Sarinah Jakarta.
  • Restoran baru ini menawarkan berbagai hidangan khas Peranakan dan Nusantara dengan konsep interior bergaya klasik nostalgik.
  • Tahap uji coba menu telah dimulai, sementara perayaan pembukaan besar dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2026.

Suara.com - Sarinah, pusat perbelanjaan paling bersejarah di Indonesia, kembali kedatangan destinasi kuliner baru yang siap memanjakan lidah sekaligus mengobati rindu akan suasana masa lalu.

Adalah Kembang Goeyang, sebuah restoran yang lahir dari tangan dingin Faizal Admodirdjo, yang membawa napas masakan Peranakan ke dalam atmosfer nostalgik yang tetap terasa santai dan modern.

Sentuhan Klasik yang Memikat Mata

Begitu menapakkan kaki di dalam restoran, pengunjung seolah ditarik masuk ke dalam mesin waktu.

Interiornya memikat dengan akulturasi budaya Cina Peranakan dan nusantara yang kental.

Detail estetis terlihat di setiap sudut; mulai dari sematan motif batik yang berpadu harmonis dengan pajangan kebaya merah muda yang anggun, hingga deretan furnitur kayu yang dominan.

Kehadiran teko-teko klasik di sudut ruangan kian memperkuat kesan hangat, seolah membawa kita kembali ke ruang tamu rumah nenek yang penuh kenangan.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati udara Jakarta, Kembang Goeyang menyediakan dua pilihan area, yakni indoor yang nyaman dan outdoor yang lebih terbuka.

Kembang Goeyang di Sarinah, Jakarta Pusat. (Suara.com/Bagaskara)

Warisan dari Generasi ke Generasi

Baca Juga: Belanja Produk Lokal di Sarinah Lebih Hemat! Nikmati Diskon BRI Plus Kopi Gratis

Eksistensi Kembang Goeyang bukan datang tanpa arah. Restoran ini merupakan "adik" dari dua nama besar di dunia kuliner yang sudah melegenda: Meradelima dan Kembang Goela.

Sang pemilik, Faizal Admodirdjo, mengungkapkan bahwa restoran ini membawa semangat yang sama namun dengan kemasan yang lebih approachable.

"Oke, restoran Kembang Goeyang itu sebenarnya terlahir sebelum historinya ini mulai sih, sebenarnya kita punya yang namanya brand namanya Meradelima. Meradelima dan Kembang Goela," ungkap Faizal saat ditemui jurnalis Suara.com, di sela-sela kesibukannya menerima tamu.

"Meradelima itu lebih ke makanan Peranakan Indonesia, kalau di Kembang Goela itu lebih kaya lebih makanan Nusantara. Meradelima dan Kembang Goela itu sudah established ya kurang lebih ya sekitar hampir 20 tahun kurang lebih ya. Itu dari generasi ibu saya, nama ibu saya namanya Ibu Lily Admodirdjo. Beliau itu founder dari Kembang Goela, Meradelima," lanjut Faizal.

Pasca-pandemi, Faizal melihat kebutuhan masyarakat akan tempat makan yang lebih rileks namun tetap memiliki karakter yang kuat.

"Akhirnya makanya lahirlah nama Kembang Goeyang. Kembang Goeyang itu kita lahirkan biar satu garis merah yang namanya ada mirip-mirip kembangnya gitu kan, ada Kembang Goela jadi kita bikin Kembang Goeyang gitu yang lebih catchy gitu ya," kata dia.

Load More