Lifestyle / Komunitas
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Sedotan dan garpu yang dapat dikomposkan, yang terbuat dari plastik yang berasal dari tumbuhan, dipajang di CJ Biomaterials, Senin, 3 Agustus 2026, di Woburn, Massachusetts. (dok. AP Photo/Charles Krupa)

Suara.com - Selama ini gula lebih dikenal sebagai bahan pemanis makanan dan minuman. Namun, di sebuah laboratorium di Massachusetts, Amerika Serikat, gula sedang diuji untuk fungsi yang berbeda: menjadi bahan baku plastik berbasis hayati.

Perusahaan asal Korea Selatan, CJ Biomaterials, mengembangkan material yang disebut polyhydroxyalkanoate (PHA). Material ini dibuat melalui proses fermentasi, dengan memanfaatkan gula sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme.

PHA kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi butiran atau pelet. Material tersebut dapat dilelehkan dan dibentuk menjadi berbagai produk, mulai dari peralatan makan, sedotan, cangkir hingga kemasan makanan.

Dalam pengujian di fasilitas perusahaan, PHA digunakan untuk membuat sejumlah produk yang menyerupai plastik konvensional. Salah satu produknya adalah garpu.

Hasil pengujiannya beragam. Ada garpu yang dinilai terlalu lentur, sementara produk lainnya memiliki bentuk dan kekuatan yang menyerupai garpu plastik konvensional.

Perusahaan mengembangkan material tersebut sebagai alternatif plastik berbasis bahan bakar fosil yang dapat terurai secara hayati dalam kondisi tertentu.

Direktur Pemasaran CJ Biomaterials, Leah Frod, mengatakan kemampuan material untuk dikomposkan menjadi salah satu faktor yang mendorong minat terhadap bioplastik.

“Kemampuan untuk dikomposkan selalu menjadi pendorong yang sangat kuat,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya pemahaman mengenai persoalan mikroplastik juga dapat memengaruhi cara masyarakat melihat material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Anak Nggak Harus Kekanak-kanakan

Dari gula menjadi PHA

PHA merupakan kelompok biopolimer yang dapat diproduksi oleh mikroorganisme melalui proses fermentasi.

Dalam pengembangan CJ Biomaterials, gula digunakan sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme tersebut. PHA yang dihasilkan kemudian dipisahkan, dikeringkan, dan diproses menjadi pelet.

Pelet inilah yang kemudian dapat dilelehkan dan dicetak menjadi berbagai produk.

Berbeda dengan plastik konvensional yang dapat bertahan sangat lama di lingkungan, PHA dirancang agar dapat terurai secara biologis.

Dalam kondisi pengomposan yang sesuai, material tersebut disebut dapat terurai dalam waktu sekitar enam bulan.

Load More