Lifestyle / Male
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Pada 2023 di Yogyakarta, Bryan Budiman kembali dari Amerika untuk mengembangkan bisnis keluarga di sektor pangan.
  • Bryan mendirikan ALEEZA Group guna mengelola perusahaan keluarga MAX Indonesia dan Podo Joyo dengan pendekatan desain modern.
  • Bisnis tersebut berhasil mendistribusikan ribuan produk bulanan serta menjangkau ratusan ribu pembudidaya lokal di Pulau Jawa.

Di Yogyakarta sendiri, Podo Joyo menjangkau lebih dari 80 persen pengrajin makanan skala besar. Angka tersebut menunjukkan bagaimana bahan pangan yang mungkin terlihat biasa di dapur ternyata menjadi bagian penting dari kehidupan banyak pelaku usaha kuliner.

Di sisi lain, Bryan juga mengembangkan MAX Indonesia yang lebih dekat dengan dunia petani. Produk seperti pupuk organik cair SuperMAX dan nutrisi herbal MAXIKO merupakan bagian dari bisnis keluarga yang kemudian ia coba hadirkan dengan pendekatan yang lebih modern dan edukatif.

Selama Mei hingga Juli 2026, MAX mencatat penambahan sekitar 10.000 pelanggan dan kini menjangkau lebih dari 26 daerah di Pulau Jawa. 

Lebih dari 200 mitra juga telah dibina untuk mendistribusikan produk, sementara jaringan MAX secara publik telah menjangkau lebih dari 300.000 pembudidaya lokal.

Namun, bagi Bryan, yang paling menarik bukan sekadar jumlah tersebut. Ia justru ingin membangun persepsi baru tentang dunia pertanian.

“Saya tidak ingin hanya mengatakan kepada anak muda bahwa menjadi petani itu penting. Saya ingin membuat mereka melihat bahwa agrikultur juga bisa menjadi industri yang besar, modern, dan membanggakan,” tuturnya.

Menurut Bryan, persoalan agrikultur tidak bisa dilihat hanya dari sisi produksi. Ada manusia, kebiasaan konsumsi, teknologi, sampai perubahan gaya hidup yang ikut menentukan bagaimana sektor ini akan bertahan.

Karena itu, pengalaman hidup di Amerika tidak membuatnya meninggalkan akar keluarganya. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk melihat kembali sesuatu yang sudah dekat dengannya sejak lama.

Kini, dari Yogyakarta, Bryan mencoba mempertemukan dua dunia yang sering dianggap berbeda: warisan keluarga dan cara berpikir generasi baru.

Baca Juga: Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an

“Dengan kedua perusahaan ini, saya ingin menggunakan desain untuk memahami kompleksitas masalah pertanian di lapangan, lalu menggunakan bisnis sebagai mesin agar solusi yang dibangun tidak berhenti sebagai sebuah ide, tetapi bisa bertahan, berkembang, dan memberikan dampak yang lebih luas,” katanya.

Pada akhirnya, perjalanan Bryan bukan hanya cerita tentang seorang anak muda yang pulang ke Indonesia. Ini juga tentang bagaimana makanan yang kita nikmati setiap hari menyimpan cerita panjang tentang tanah, petani, keluarga, dan generasi yang memilih untuk meneruskan sekaligus memperbarui warisan tersebut.

Sebab, terkadang masa depan tidak selalu ditemukan dengan meninggalkan sesuatu yang lama. Bisa jadi, masa depan justru dimulai ketika seseorang bersedia melihat kembali apa yang sudah ada, lalu memberinya cara pandang yang baru.

Load More