- Pada 2023 di Yogyakarta, Bryan Budiman kembali dari Amerika untuk mengembangkan bisnis keluarga di sektor pangan.
- Bryan mendirikan ALEEZA Group guna mengelola perusahaan keluarga MAX Indonesia dan Podo Joyo dengan pendekatan desain modern.
- Bisnis tersebut berhasil mendistribusikan ribuan produk bulanan serta menjangkau ratusan ribu pembudidaya lokal di Pulau Jawa.
Suara.com - Apa yang ada di balik makanan yang setiap hari tersaji di meja makan? Sebungkus kacang, bahan untuk membuat kue, sayuran, atau produk pangan lainnya mungkin terlihat sederhana.
Namun, di baliknya ada perjalanan panjang yang melibatkan petani, pemasok, pengolah, hingga orang-orang yang memastikan bahan tersebut sampai ke tangan konsumen.
Bagi Bryan Budiman, cerita tentang makanan justru membawanya melihat lebih jauh tentang masa depan agrikultur.
Lahir dari keluarga yang telah lama berkecimpung di sektor pangan dan pertanian, Bryan sebenarnya memiliki kesempatan untuk membangun karier di luar negeri.
Ia mempelajari Industrial Design dan Entrepreneurship di University of Washington, Seattle, serta sempat mendapatkan pengalaman di The Walt Disney Company dan sejumlah proyek bisnis di Amerika Serikat. Namun, ketimbang terus mengejar karier di sana, Bryan memilih kembali ke Indonesia.
“Saya mempelajari Industrial Design dan Entrepreneurship di University of Washington, Seattle, kemudian mendapatkan pengalaman di The Walt Disney Company dan berbagai proyek bisnis. Namun, pada akhirnya saya memilih pulang ke Indonesia,” ungkap Bryan.
Keputusan untuk kembali ke tanah air bermula pada 2020, ketika pandemi membuat bisnis keluarganya ikut terdampak. Bryan pulang untuk membantu, kemudian kembali ke Amerika untuk menyelesaikan studinya.
Pada 2023, ia akhirnya menetap di Yogyakarta dan mulai mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan bisnis keluarga.
Alih-alih sekadar meneruskan apa yang sudah ada, pengalaman di bidang desain membuat Bryan melihat bisnis keluarga dengan sudut pandang berbeda.
Baca Juga: Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
Baginya, desain bukan hanya soal membuat kemasan lebih menarik atau menciptakan identitas visual. Desain juga bisa digunakan untuk memahami kebiasaan manusia, menemukan persoalan sehari-hari, kemudian mencari cara agar sebuah produk atau layanan terasa lebih dekat dengan kebutuhan mereka.
“Desain adalah cara berpikir untuk memahami manusia, menemukan masalah yang sebenarnya, lalu merancang produk, pengalaman, dan sistem yang dapat memberikan solusi,” jelasnya.
Cara berpikir tersebut kemudian ia terapkan melalui ALEEZA Group yang dibangun pada 2023 untuk mengembangkan dua bisnis keluarga, MAX Indonesia dan Podo Joyo.
Namun, cerita yang ingin dibangun Bryan sebenarnya lebih luas daripada sekadar perkembangan perusahaan. Ia ingin mengubah cara orang memandang sektor agrikultur dan pangan yang selama ini kerap dianggap sebagai dunia yang jauh dari kehidupan generasi muda.
Salah satu contohnya dapat dilihat dari Podo Joyo. Bisnis keluarga yang telah berdiri sejak 1981 itu bergerak di bidang kacang-kacangan dan berbagai komoditas pangan. Dari awalnya memiliki tujuh produk, kini Podo Joyo berkembang menjadi 42 varian dan bekerja sama dengan lebih dari 20 pemasok serta lebih dari 450 mitra petani lokal.
Produk-produk tersebut kemudian mengalir ke berbagai pelaku usaha makanan. Jaringannya kini mencakup lebih dari 172 area dengan lebih dari 500 pelanggan aktif dan distribusi lebih dari 6.500 karung produk setiap bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI
-
Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik
-
Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan
-
Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau