Lifestyle / Komunitas
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02 WIB
Ilustrasi sepeda MTB. (Pexels/Kristian Aleksandrov)
Baca 10 detik
  • Ade Budi Satria menjelaskan cara mengatur posisi sadel sepeda gunung untuk meningkatkan kenyamanan dan meminimalkan cedera.
  • Pesepeda dapat menyesuaikan sudut sadel yang datar atau menukik berdasarkan medan tanjakan maupun turunan yang dilalui.
  • Pengaturan ketinggian sadel dan posisi lutut yang tepat dilakukan agar kayuhan pedal menjadi jauh lebih efisien.

Cara ini digunakan sebagai titik awal untuk menemukan ketinggian sadel yang sesuai. Setelah mendapat posisi awal, pesepeda tetap perlu mencobanya dengan mengayuh sepeda untuk memastikan posisi tersebut benar-benar nyaman.

3. Perhatikan Apakah Pinggul Masih Goyang

Ada satu tanda penting yang perlu diperhatikan setelah ketinggian saddle dinaikkan.

Jika ketika mengayuh posisi pinggul masih terlihat bergoyang atau tubuh harus bergerak ke kanan dan kiri untuk menjangkau pedal, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa saddle terlalu tinggi.

Dalam kondisi tersebut, turunkan saddle sedikit dan lakukan pengecekan kembali.

Posisi sadel yang terlalu tinggi bukan hanya berpotensi membuat gowesan terasa tidak nyaman, tetapi juga dapat membuat tubuh kehilangan posisi yang stabil ketika mengayuh.

4. Cek Posisi Lutut Saat Mengayuh

Sebaliknya, apabila saat mengayuh kaki dan lutut masih terlalu menekuk, posisi saddle bisa jadi terlalu rendah.

Saddle yang terlalu pendek membuat sudut lutut menjadi lebih kecil ketika pedal berada di posisi bawah. Akibatnya, gerakan mengayuh dapat terasa kurang leluasa.

Baca Juga: Sepeda MTB Pacific Tranzline Berapa Harganya? Ini Seri, Spesifikasi dan Kelebihannya

Karena itu, setelah melakukan pengaturan awal dengan posisi tumit, coba kembali mengayuh sepeda menggunakan posisi kaki normal. Perhatikan apakah lutut terlalu menekuk atau justru kaki terlalu menjangkau pedal.

5. Lakukan Penyesuaian Sedikit Demi Sedikit

Menemukan posisi saddle yang ideal tidak selalu bisa dilakukan hanya dalam satu kali pengaturan. Setelah mendapatkan posisi awal, lakukan percobaan dengan menaikkan atau menurunkan seatpost secara bertahap.

Pengendara juga perlu memperhatikan medan yang biasa dilalui. Posisi yang nyaman untuk bersepeda di jalan datar belum tentu terasa sama ketika digunakan untuk menghadapi tanjakan panjang atau jalur downhill.

Selain itu, pastikan seatpost dan saddle terkunci dengan kuat setelah selesai melakukan penyetelan. Buku panduan pemilik sepeda United, misalnya, juga mengingatkan agar klem saddle dikencangkan sehingga sadel tidak bergerak pada seatpost.

Mengatur tinggi saddle dan seatpost mungkin terlihat seperti hal kecil, tetapi posisinya dapat memengaruhi kenyamanan selama bersepeda. Seperti dijelaskan Ade Budi Satria, posisi saddle dan seatpost yang benar membantu meningkatkan kenyamanan, membuat kayuhan lebih efisien, sekaligus membantu meminimalkan risiko cedera.

Jadi, sebelum berangkat gowes, luangkan waktu beberapa menit untuk mengecek angle saddle, tinggi seatpost, posisi pinggul, dan tekukan lutut. Pengaturan sederhana ini bisa membuat perjalanan dengan sepeda gunung terasa lebih nyaman dan tidak mudah membuat tubuh pegal.

Load More