- Umat Islam rutin membaca Sholawat Diba untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Maulid.
- Teks sholawat tersebut memuat pujian kepada Rasulullah serta permohonan ampunan, keselamatan, dan keberkahan kepada Allah SWT.
- Masyarakat Indonesia melantunkan amalan ini secara bersama-sama dalam berbagai majelis keagamaan dan acara peringatan hari besar.
"Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada sahabatnya. Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada keturunannya."
يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ الْمَشَــايِخْ ۞ يَا رَبِّ فَارْحَــــمْ وَالِدِيْنَـــــا
Yâ rabbi wardla ‘anil-masyâyikh ۞ yâ rabbi farḫam wâlidînâ
Artinya:
"Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada para guru. Ya Allah, rahmatilah orang-orang tua kami."
يَا رَبِّ وَارْحَمْنَـــــا جَمِيْـعًــــــا ۞ يَا رَبِّ وَارْحَــــمْ كُلَّ مُسْــــلِمْ
Yâ rabbi warḫamnâ jamî’a ۞ yâ rabbi warḫam kulla muslim
Artinya:
"Ya Allah, rahmatilah kami semua. Ya Allah, rahmatilah semua orang Islam."
Baca Juga: 15 Link Download Background Poster Maulid Nabi 2026 Gratis dan Siap Pakai
يَا رَبِّ وَاغْفِــرْ لِكُلِّ مُذْنِبْ ۞ يَا رَبِّ لَا تَقْطَـــعْ رَجَــــانَا
Yâ rabbi waghfir likulli mudznib ۞ yâ rabbi lâ taqtha’ rajânâ
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah semua orang yang berbuat dosa. Ya Allah, janganlah Engkau putuskan harapan kami."
يَا رَبِّ يَا سَـــــامِــعْ دُعَانَـــــا ۞ يَا رَبِّ بَلِّغْنَـــــا نَزُوْرُهْ
Yâ rabbi yâ sâmi’ du’ânâ ۞ ya rabbâ ballighnâ nazûruh
Artinya:
"Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Mendengar doa kami. Ya Allah, berilah kami kesempatan ziarah ke makamnya."
يَا رَبِّ تَغْشَــانَــــــا بِنُوْرِهْ ۞ يَا رَبِّ حِفْــــظَانَكْ وَأَمَانَكْ
Yâ rabbi taghsyânâ binûrih ۞ yâ rabbi ḫifdhânak wa amânak
Artinya:
"Ya Allah, sinarilah kami dengan nurnya. Ya Allah, aku selalu mengharap pemeliharaan dan keamanan-Mu."
يَا رَبِّ وَاسْـــكِنَّا جِـنانَكْ ۞ يَا رَبِّ أَجِــرْنَا مِنْ عَذَابِكْ
Yâ rabbi waskinnâ jinânak ۞ yâ rabbi ajirnâ min ‘adzâbik
Artinya:
"Ya Allah, tempatkanlah kami dalam surga-Mu. Ya Allah, selamatkanlah kami dari siksa-Mu."
يَا رَبِّ وَارْزُقْنَـــا الشَّـهَـــادَةْ ۞ يَا رَبِّ حِطْـنَا بِالسَّعَـــادَةْ
Yâ rabbi warzuqnâsy-syahâdah ۞ ya rabbi ḫithnâ bis-sa’âdah
Artinya:
"Ya Allah, anugerahilah kematian kami dengan syahid. Ya Allah, liputilah kehidupan kami dengan penuh kebahagiaan."
يَا رَبِّ وَاصْلِحْ كُلَّ مُصْلِحْ ۞ يَا رَبِّ وَاكْـفِ كُلَّ مُؤْذِيْ
Yâ rabbi washliḫ kulla mushliḫ ۞ yâ rabbi wakfi kulla mu’dzî
Artinya:
"Ya Allah, balaslah kebaikan orang yang berbuat baik. Ya Allah, hindarkanlah dari semua orang yang menyakiti."
يَا رَبِّ نَخْــــــتِمْ بِالْمُشَــــفَّعْ ۞ يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْـــهِ وَسَــــلِّمْ
Yâ rabbi nakhtim bil-musyaffa’ ۞ yâ rabbi shalli ‘alaihi wa sallim
Artinya:
"Ya Allah, akhirilah kami dengan mendapat syafaat Nabi Muhammad. Ya Allah, anugerahkan limpahan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad."
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
Allahumma shalli wa sallim wa bârik ‘alaih.
2. Ya Rasulallah
Setelah bacaan tersebut, bagian Maulid Diba juga memuat sholawat Ya Rasulallah sebagai ungkapan salam dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
يَا رَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۞ يَـــا رَفِيعَ الشَّــــانِ وَالدَّرَجِ
Yâ rasulallâh salâmun ‘alaik ۞ yâ râfî’asy-syâni wad-daraji
Artinya:
"Wahai utusan Allah, semoga keselamatan tetap padamu, wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi."
عَـطْفَـــــةً يَاجِـــيرَةَ الْعَــــــلَمِ ۞ يَــــــا أُهَيْـــلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ
‘Athfan yâjîratal-‘alami ۞ yâ uhailal-jûdi wal-karami
Artinya:
"Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, wahai ahli dermawan dan pemurah hati."
نَحْنُ جِـــيْرَانٌ بِذَا الْحَــــرَمِ ۞ حَرَمِ الْإِحْسَـــانِ وَالْحَسَنِ
Naḫnu jîrâninun bidzal-ḫarami ۞ ḫaramil-iḫsâni wal-ḫasani
Artinya:
"Kami tetangga di tanah haram ini. Tanah haram tempat berbuat baik dan memberi kebaikan."
نَحْنُ مِنْ قَوْمٍ بِهٖ سَـــكَنُوْا ۞ وَبِهٖ مِنْ خَوفِـهِــــمْ أَمِنُوْا
Naḫnu min waumin biḫî sakanû ۞ wa bihî min khaufihim aminû
Artinya:
"Kami dari kaum yang tinggal di tempat itu. Tempat yang mereka merasa aman dari ketakutan."
وَبِاٰيَــــاتِ الْقُــــرْاٰنِ عُـنوْا ۞ فَاتَّـــئِذْ فِــيْنَا أَخَــــا الْوَهَنِ
Wa bi âyâtil-qur’âni ‘anû ۞ fatta’idz fînâ akhâl-wahani
Artinya:
"Dengan ayat-ayat Al-Qur'an mereka mendapat inayah. Renungkanlah di hati kita, wahai yang berjiwa lemah."
نَـعْرِفُ الْبَطْـحَـا وَتَعْرِفُنَا ۞ وَالصَّفَا وَالْبَيتُ يَأْلَفُنَـــا
Na’riful-bathḫâ wa ta’rifunâ ۞ wash-shafâ wal-baitu ya’lafunâ
Artinya:
"Kami mengenal padang pasir dan ia mengenal kami, Bukit Shafa dan Baitil-Haram menawan hati kami."
وَلَنَا الْمَعْلىٰ وَخَيْفُ مِنٰى ۞ فَاعْلَمَنْ هٰـــذَا وَكُنْ وَكُـنِ
Wa lanal-ma’lâ wa khaifu mina ۞ fa’laman hâdzâ wa kun wakuni
Artinya:
"Kami punya Ma’la dan masjid Kha’if di kota Mina. Ketahuilah ini, beradalah dan beribadahlah di sana."
وَلَنَـــا خَـــيرُ الْأَنَـــامِ أَبُ ۞ وَعَلِيُّ الْـمُرْتَضٰى حَـسَبُ
Wa lanâ Khairul-anâmi abu ۞ wa ‘aliyyul-murtadlâ ḫasabu
Artinya:
"Kami mempunyai ayah sebaik-baik makhluk. Dan ia adalah keturunan Ali yang diridhai."
وَإِلَى السِّبْطَيْنِ نَـنْتَسِبُ ۞ نَـسَـبًا مَّا فِيْهِ مِنْ دَخَنِ
Wa ilas-sibthaini nantasibu ۞ nasaban mâ fîhi min dakhani
Artinya:
"Kepada kedua cucunya kami berketurunan, keturunan suci bersih dari kotoran."
كَمْ إِمَــامٍ بَـعْدَهٗ خَــــلَفُوْا ۞ مِنْهُ سَـــادَاتٌ بِذَا عُـرِفُوْا
Kam imâmin ba’dahu khalafû ۞ minhu sâdatun bidzâ ‘urifû
Artinya:
"Banyak imam yang menggantikan sesudahnya, dengan gelar Sayyid mereka dikenal."
وَبِهٰذَا الْوَصْفِ قَدْ وُصِفُوا ۞ مِنْ قَدِيْمِ الدَّهْـرِ وَالزَّمَـنِ
Wa bihâdzal-washfi qad wushifû ۞ min qadîmid-dahri waz-zaman
Artinya:
"Dengan gelar itu benar-benar mereka disebut, dari sepanjang tahun dan zaman."
مِثْـــلُ زَيْنِ الْعَــابِدِيْنَ عَلِيْ ۞ وَابْـنِهِ الْبَاقِــــرِ خَــيرِ وَلِيْ
Mitslu zainil-‘âbidîna ‘alî ۞ wabnihil-bâqiri khairi walî
Artinya:
"Seperti Zainal Abidin yakni Ali, dan putranya Baqir itu sebaik-baiknya wali."
وَالْإِمَامِ الصَّادِقِ الْحَـفِلِ ۞ وَعَلِيِّ ذِي الْعُـــلَا الْيَـقِينِ
Wal-imamish-shâdiqil-ḫafili ۞ wa ‘aliyyi dzil-‘ulal-yaqîni
Artinya:
"Dan Imam Ja’far Ash-Shadiq yang penuh keberkahan. Dan Ali yang mempunyai ketinggian dan keyakinan."
فَـهُمُ الْقَوْمُ الَّذِيْنَ هُــــدُوْا ۞ وَبِـفَضْلِ اللهِ قَدْ سَعِــــدُوْا
Fahumul-qaumul-ladzîna hudû ۞ wa bifadllillâhi qad sa’idû
Artinya:
"Merekalah kaum yang memperoleh hidayah. Dan dengan karunia Allah mereka benar-benar bahagia."
وَلِـغَيْرِ اللهِ مَـا قَـصَـــدُوْا ۞ وَمَـعَ الْـقُــرْاٰنِ فِيْ قَــــرَنِ
Wa lighairillâhi mâ qashadû ۞ wa ma’al-qur’âni fi qarani
Artinya:
"Kepada selain Allah mereka tak bertujuan. Dan beserta Al-Qur'an mereka berpegangan."
أَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفٰى الطُّهُرِ ۞ هُمْ أَمَـــانُ الْأَرْضِ فَاذَّكُرِ
Ahli baitil-mushthafath-thuhuri ۞ hum amânul-ardli fadzdzakiri
Artinya:
"Ahli bait Nabi pilihan yang disucikan. Mereka itu pengaman bumi, maka ingatlah."
شُبِّهُوْا بِالْأَنْـجُــمِ الزُّهُـــرِ ۞ مِـثْلَمَا قَدْجَآءَ فِي السُّــــنَنِ
Syubbihû bil-anjumiz-zuhuri ۞ mitsla mâ qad jâ’a fis-sunani
Artinya:
"Mereka itu bagaikan bintang gemerlapan. Perumpamaan itu telah benar-benar datang di dalam hadis Nabi."
وَسَـفِـيْنٌ لِلـنَّـجَــــاةِ إِذَا ۞ خِفْتَ مِنْ طُوْفَــــانِ كُلِّ أَذٰى
Wa safînun linnajâti idzâ ۞ khifta min thûfâni kulli adzâ
Artinya:
"Dan bagaikan bahtera penyelamat ketika engkau takut dari topan badai segala duka."
فَانْجُ فِـيْهَا لَا تَكُوْنُ كَذَا ۞ وَاعْــــتَصِمْ بِاللهِ وَاسْـــتَعِنِ
Fanju fîhâ lâ takûnu kadzâ ۞ wa’tashim billâhi wasta’ini
Artinya:
"Maka selamatlah engkau di dalamnya tiada khawatir lagi. Dan berpegang teguhlah kepada Allah serta mohonlah pertolongan."
رَبِّ فَانْفَعْنَا بِـبَرْكَتِهِــــمْ ۞ وَاهْـــدِنَا الْحُسْنٰى بِحُرْمَتِهِــمْ
Rabbi fanfa’nâ bibarkitihim ۞ wahdinal-ḫusnâ biḫurmatihim
Artinya:
"Ya Allah, dengan barokah mereka, berilah kami kemanfaatan. Dan dengan kehormatan mereka, tunjukkan kami kepada kebaikan."
وَأَمِـتْنَـــا فِي طَـرِيْقَتِهِـــمْ ۞ وَمُعَــــافَاةٍ مِـنَ الْـفِــــتَنِ
Wa amitnâ fî tharîqatihim ۞ wa mu’âfâtin minal-fitani
Artinya:
"Dan wafatkanlah kami di jalan mereka, dan selamat dari segala fitnah."
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
Allahumma shalli wa sallim wa bârik ‘alaih.
Makna Membaca Sholawat Diba di Bulan Maulid
Bacaan Sholawat Diba mengandung rangkaian pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan doa yang ditujukan kepada Allah SWT. Karena itu, pembacaan Maulid Diba dalam momentum Maulid Nabi dapat menjadi salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Selain pujian kepada Rasulullah, bacaan tersebut juga berisi doa untuk para sahabat, keturunan Nabi, para guru, orang tua, kaum Muslimin, serta permohonan ampunan dan keselamatan.
Bulan Maulid sendiri menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan kehidupan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Membaca sholawat dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut, sesuai dengan tradisi dan keyakinan masing-masing.
Kapan Sholawat Diba Dibaca?
Sholawat Diba dapat dibaca dalam berbagai kesempatan. Di Indonesia, Maulid Diba'i cukup dikenal dalam kegiatan keagamaan masyarakat, khususnya ketika memasuki bulan Rabiul Awal yang sering disebut sebagai bulan Maulid.
Pembacaan dapat dilakukan secara individu maupun bersama-sama dalam majelis. Dalam kegiatan Maulid Nabi, bacaan biasanya dilantunkan secara bergantian atau bersama-sama mengikuti pemimpin majelis.
Bagi umat Islam yang hendak mengamalkannya, penting untuk memperhatikan tata cara dan tradisi majelis masing-masing. Bacaan sholawat juga sebaiknya dilakukan dengan penuh penghormatan, kekhusyukan, dan niat beribadah kepada Allah SWT.
Berita Terkait
-
15 Link Download Background Poster Maulid Nabi 2026 Gratis dan Siap Pakai
-
Wajib Tahu! Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid yang Tertib dan Khidmat
-
25 Agustus 2026 Libur Apa? Tanggal Merah Terakhir Sebelum Akhir Tahun
-
Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya
-
Doa 'Allahumma Balighna Ramadan' dan Kumpulan Doa Bulan Ramadan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN