- SariWangi menggelar kampanye Waktunya Ngeteh Indonesia untuk memperingati HUT ke-81 RI melalui berbagai kegiatan masyarakat sejak Maret 2026.
- Rangkaian acara tersebut meliputi peluncuran video tematik, lomba dekorasi gapura berhadiah, serta perayaan bersama petani di perkebunan Jawa Tengah.
- Puncak acara kampanye ini dilaksanakan melalui Pesta Rakyat di Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 15 hingga 17 Agustus 2026.
Suara.com - Ada banyak cara untuk merayakan kemerdekaan. Bagi SariWangi, salah satunya bisa dilakukan dengan cara sederhana: duduk bersama, berbincang, dan menikmati secangkir teh.
Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, SariWangi menggaungkan semangat “Waktunya Ngeteh Indonesia”. Kampanye ini mengajak masyarakat menikmati momen kebersamaan sekaligus merayakan keberagaman tradisi dan budaya yang menjadi bagian dari Indonesia.
Minum teh sudah sejak lama dilakukan masyarakat Indonesia, mulai dari waktu bersantai sendiri, menemani obrolan bersama teman dan keluarga, hingga disajikan di berbagai perayaan istimewa.
Semangat itulah yang kemudian dibawa melalui Waktunya Ngeteh Indonesia. Meski setiap daerah memiliki cara berbeda dalam merayakan kemerdekaan, ada satu hal yang menyatukan, yakni semangat kebersamaan.
Perayaan ini sekaligus menandai perjalanan baru SariWangi sebagai bagian dari Savoria Group, perusahaan asli Indonesia, sejak Maret 2026.
Semarak Waktunya Ngeteh Indonesia
Untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, sejumlah aktivitas juga dilakukan yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah. Salah satunya melalui video “Waktunya Ngeteh Indonesia” yang menampilkan beragam tradisi masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan. Mulai dari berbagai kegiatan khas di daerah hingga kebersamaan warga, video tersebut menggambarkan bagaimana perayaan kemerdekaan bisa hadir dalam banyak bentuk.
Selain itu, ada pula Lomba Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat dalam menghias lingkungan menjelang 17 Agustus.
Dari sekitar 500 karya yang diterima dari berbagai wilayah Indonesia, sebanyak 178 perumahan atau lingkungan terpilih mendapatkan bantuan dana sebesar Rp1 juta. Mereka juga memperoleh dukungan khusus berupa branding dan permainan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.
Baca Juga: Siapa Owner Teazzi Indonesia? Tuai Kritik karena Kolaborasi dengan Nagita Slavina
Seluruh peserta juga mendapatkan produk teh. Sementara itu, tiga pemenang utama dan 10 pemenang favorit akan memperebutkan total hadiah Rp17 juta.
Semangat kemerdekaan juga dibawa SariWangi ke dua perkebunan mitra di Jawa Tengah, sebagai bentuk apresiasi bagi para petani dan komunitas yang turut menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadirkan teh bagi masyarakat Indonesia.
Puncak rangkaian Waktunya Ngeteh Indonesia digelar melalui Pesta Rakyat SariWangi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 15-17 Agustus 2026.
Masyarakat dapat menikmati beragam aktivitas khas perayaan kemerdekaan, mulai dari pawai budaya, perlombaan Hirux, hiburan, hingga momen menikmati teh SariWangi bersama keluarga dan sahabat.
Secangkir Teh untuk Merayakan Kebersamaan
Brand Manager SariWangi, Irene Limantara, mengatakan kemerdekaan merupakan momentum yang menyatukan masyarakat Indonesia meski dirayakan dengan cara yang beragam.
“Kemerdekaan adalah momen yang menyatukan seluruh masyarakat Indonesia. Meskipun dirayakan dengan cara yang berbeda-beda, namun semangatnya selalu sama,” ujar Irene.
Melalui Waktunya Ngeteh Indonesia, SariWangi ingin mengajak masyarakat merayakan keberagaman dengan cara yang sederhana tetapi tetap bermakna.
“Mulai dari kampung halaman, perumahan, hingga perkebunan yang menjadi rumah bagi para petani teh Indonesia. Selama lebih dari 53 tahun, SariWangi telah menjadi bagian dari berbagai momen kebersamaan masyarakat Indonesia, dan kami bangga dapat terus hadir menemani perjalanan tersebut,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana