Lifestyle / Female
Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:25 WIB
ilustrasi sunscreen dan foundation (magnific)
Baca 10 detik
  • Praktik mencampur sunscreen dan foundation di tangan dapat menurunkan efektivitas SPF serta merusak lapisan pelindung kulit.
  • Dermatolog memperingatkan bahwa kebiasaan tersebut membuat kulit rentan mengalami penuaan dini, hiperpigmentasi, dan risiko kanker kulit.
  • Ahli menyarankan agar menggunakan sunscreen secara terpisah hingga merata sebelum mengaplikasikan foundation di atasnya.

Suara.com - Banyak orang yang ingin menyederhanakan rutinitas makeup pagi hari. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah mencampur sunscreen dan foundation langsung di punggung tangan sebelum dioleskan ke wajah. Cara ini terasa praktis, hemat waktu, dan seolah-olah memberikan hasil yang lebih merata.

Di media sosial, terutama TikTok dan Instagram, tren “SPF cocktailing” atau mencampur produk pelindung sinar matahari dengan makeup sering muncul. Banyak yang mengklaim hasilnya lebih natural dan tidak lengket.

Namun, apakah praktik mencampur sunscreen dan foundation ini benar-benar aman bagi kulit? Pertanyaan ini semakin relevan di Indonesia yang memiliki intensitas sinar matahari tinggi sepanjang tahun.

Perlindungan UV yang maksimal sangat penting untuk mencegah penuaan dini, hiperpigmentasi, dan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, memahami dampak mencampur kedua produk ini menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Artikel ini akan membahas secara mendalam apakah mencampur sunscreen dan foundation di tangan berbahaya, alasan ilmiah di baliknya, serta cara yang lebih aman untuk mendapatkan kulit terlindungi sekaligus rapi.

Mengapa Mencampur Sunscreen dan Foundation Bisa Bermasalah?

ilustrasi sunscreen ramah lingkungan (magnific/atlascompany)

 

Sunscreen dirancang dengan formula khusus agar membentuk lapisan film pelindung yang merata di permukaan kulit.

Formula ini diuji laboratorium dengan takaran tertentu (sekitar 2 mg per sentimeter persegi) untuk mencapai nilai SPF yang tertera di kemasan. Ketika dicampur dengan foundation, konsentrasi filter UV menjadi encer.

Pencampuran di tangan sering kali tidak merata secara mikroskopis. Meski terlihat homogen, distribusi bahan aktif sunscreen bisa tidak seragam.

Akibatnya, muncul “lubang-lubang” kecil di lapisan pelindung. Bagian kulit yang tidak tertutup filter UV dengan baik tetap rentan terhadap sinar UVA dan UVB.

Baca Juga: Ciri-Ciri Sunscreen Palsu yang Wajib Dikenali, Jangan Sampai Salah Beli

Dermatolog dari berbagai sumber menjelaskan bahwa mencampur produk bisa menurunkan efektivitas SPF secara signifikan. Misalnya, sunscreen SPF 40 yang dicampur foundation bisa turun menjadi setara SPF 20 atau lebih rendah.

Bahan-bahan di foundation seperti minyak, emulsifier, atau pigmen juga berpotensi mengganggu stabilitas filter UV, terutama pada sunscreen kimia.

Dampak Jangka Pendek dan Panjang

ilustrasi tinted sunscreen (magnific)

 

Dalam jangka pendek, kulit mungkin terlihat lebih flawless karena foundation menyamarkan noda.

Namun, perlindungan terhadap sinar matahari justru berkurang. Hasilnya, kulit lebih mudah terbakar, mengalami kemerahan, atau timbul flek hitam setelah terpapar matahari.

Jangka panjang, paparan UV yang tidak terlindungi maksimal mempercepat kerusakan kolagen, memicu kerutan, dan meningkatkan risiko masalah kulit serius.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka “merasa aman” padahal sebenarnya kurang terlindungi.

Load More