- Strawberry skin dan chicken skin sama-sama dapat membuat kulit kaki atau lengan terlihat berbintik dan kurang mulus, tetapi keduanya memiliki ciri berbeda.
- Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya, meski dapat mengganggu penampilan dan rasa percaya diri.
- Penyebabnya beragam, mulai dari folikel rambut tersumbat, penumpukan keratin, hingga iritasi akibat mencukur atau waxing.
1. Tampilan Kulit
Strawberry skin lebih terlihat sebagai bintik-bintik kecil berwarna gelap yang menyerupai biji stroberi. Sementara chicken skin lebih menonjol dalam bentuk benjolan kecil yang membuat kulit terasa kasar.
2. Penyebab
Strawberry skin dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti folikulitis, keratosis pilaris, pori-pori tersumbat, dan iritasi akibat mencukur. Chicken skin secara khusus berkaitan dengan penumpukan keratin yang menyumbat folikel rambut.
3. Area yang Sering Mengalami
Strawberry skin paling sering terlihat pada kaki, meskipun dapat muncul di lengan, paha, dan bokong. Chicken skin dapat muncul di berbagai bagian tubuh yang memiliki folikel rambut, termasuk lengan, paha, dan ketiak.
4. Hubungannya dengan Mencukur
Mencukur atau waxing dapat meningkatkan risiko folikulitis yang kemudian membuat tampilan strawberry skin lebih terlihat. Sementara pada chicken skin, mencukur dan waxing justru dianjurkan untuk dihindari karena dapat memperparah iritasi kulit.
Cara Mengatasi Strawberry Skin dan Chicken Skin
Meski penyebabnya dapat berbeda, perawatan untuk kedua kondisi tersebut sama-sama perlu dilakukan secara lembut agar kulit tidak semakin iritasi.
Baca Juga: 9 Shade Cushion Lokal untuk Kulit Sawo Matang dan Tan dengan Undertone Hangat
Cara Mengatasi Strawberry Skin
- Lakukan eksfoliasi secara rutin. Eksfoliasi 1–2 kali seminggu dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah penyumbatan pori-pori. Produk eksfoliasi yang mengandung asam salisilat atau asam glikolat juga dapat menjadi pilihan.
- Gunakan pelembap setiap hari. Pelembap terutama penting digunakan setelah mandi atau bercukur untuk membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi risiko iritasi.
- Perhatikan cara mencukur. Jika perlu mencukur, gunakan krim atau gel cukur, pisau yang tajam, dan cukur searah pertumbuhan rambut tanpa memberikan tekanan berlebihan.
- Hindari pakaian terlalu ketat. Gesekan berlebihan dapat memperburuk iritasi dan membuat kondisi kulit semakin terlihat.
- Pertimbangkan perawatan medis. Jika tidak membaik dengan perawatan rumahan, dokter dapat mempertimbangkan krim resep, laser hair removal, atau chemical peel sesuai kondisi kulit.
Cara Mengatasi Chicken Skin
- Mandi menggunakan air hangat. Air hangat dapat membantu membuka pori-pori dan mengurangi sumbatan, tetapi durasinya sebaiknya hanya sekitar 5–10 menit dan kulit tidak digosok terlalu keras.
- Gunakan losion atau krim pelembap. Kandungan seperti hyaluronic acid, glycerin, ceramide, aloe vera, dan shea butter dapat membantu menjaga kelembapan kulit.
- Gunakan bahan eksfoliasi yang sesuai. Krim dengan kandungan urea, salicylic acid, atau AHA dapat membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus mendukung skin barrier.
- Eksfoliasi dengan lembut. Eksfoliasi dapat dilakukan sekitar 1–2 kali seminggu, tetapi hindari menggosok kulit terlalu keras karena bisa menyebabkan iritasi.
- Hindari pakaian terlalu ketat serta mencukur atau waxing. Gesekan dan proses penghilangan bulu dapat memperparah iritasi pada area yang mengalami chicken skin.
- Pertimbangkan perawatan dokter jika tidak membaik. Terapi seperti laser atau mikrodermabrasi dapat menjadi pilihan untuk chicken skin yang tidak membaik dengan perawatan rumahan.
Jadi, strawberry skin dan chicken skin bukan kondisi yang sama, meskipun keduanya dapat berkaitan dengan folikel rambut dan sama-sama membuat tekstur kulit terlihat kurang mulus.
Strawberry skin lebih identik dengan bintik-bintik gelap, sedangkan chicken skin ditandai dengan benjolan kecil dan tekstur kasar akibat penumpukan keratin.
Jika perawatan rumahan tidak memberikan perubahan atau kulit menunjukkan tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, dan nanah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit.
Penanganan yang tepat dapat disesuaikan dengan penyebab kondisi kulit sehingga tidak hanya berfokus pada menghilangkan tampilan bintik atau benjolannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Borussia Monchengladbach Kasih Kevin Diks Jabatan Penting
-
Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR
-
Apa Beda Strawberry Skin dan Chicken Skin? Ini Penyebab serta Cara Mengatasinya
-
Bukan Bayaran, Warga Pati Patungan ke Jakarta Demi Suarakan RUU Perampasan Aset di DPR
-
Penulis Sebut The Trauma Code Season 2 Syuting Oktober, Netflix Buka Suara
-
Biar MBR Tak Tercekik! Sewa Rusunawa Diminta Turun dan Tarif Mikrotrans Jangan Naik
-
Dua Rumah di Kompleks TNI AL Pondok Labu Terbakar, Diduga Dipicu Masalah Listrik
-
Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana
-
Beda Flagship vs Flagship Killer, Mana yang Lebih Baik?
-
Langkah United Oil Tingkatkan Standar Layanan Bengkel Melalui Pelatihan Mekanik