Lifestyle / Komunitas
Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi Strawberry Skin atau Chicken Skin. (Pexels/Karola G)
Baca 10 detik
  • Strawberry skin dan chicken skin sama-sama dapat membuat kulit kaki atau lengan terlihat berbintik dan kurang mulus, tetapi keduanya memiliki ciri berbeda.
  • Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya, meski dapat mengganggu penampilan dan rasa percaya diri.
  • Penyebabnya beragam, mulai dari folikel rambut tersumbat, penumpukan keratin, hingga iritasi akibat mencukur atau waxing.

Suara.com - Pernah melihat kulit kaki atau lengan dipenuhi bintik-bintik kecil yang membuat permukaannya terlihat kurang mulus?

Kondisi tersebut bisa saja merupakan strawberry skin atau chicken skin, yang sekilas memang tampak mirip tetapi sebenarnya memiliki ciri berbeda.

Keduanya umumnya bukan kondisi yang berbahaya, tetapi dapat membuat seseorang merasa kurang percaya diri dengan tampilan kulitnya.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari folikel rambut tersumbat, penumpukan keratin, hingga iritasi akibat mencukur atau waxing.

Lalu, apa perbedaan strawberry skin dan chicken skin, serta bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya, melansir laman Chris Farrel Cosmetics dan SLMD Skincare.

Ilustrasi chicken skin. (Freepik)

Pengertian dan Penyebab Strawberry Skin

Strawberry skin bukan istilah medis resmi, melainkan gambaran untuk kondisi kulit yang memiliki bintik-bintik kecil dan gelap sehingga menyerupai permukaan buah stroberi.

Kondisi ini umumnya muncul pada kaki, tetapi bisa juga terlihat di lengan, paha, dan bokong.

Strawberry skin dapat terjadi ketika folikel rambut atau pori-pori mengalami penyumbatan. Beberapa kondisi yang dapat memicunya antara lain:

  • Keratosis pilaris, yaitu penumpukan keratin pada folikel rambut yang menyebabkan sumbatan.
  • Folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut yang dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur.
  • Pori-pori tersumbat, akibat penumpukan minyak, sel kulit mati, dan kotoran.
  • Iritasi akibat mencukur, terutama jika teknik mencukur kurang tepat atau menggunakan pisau cukur yang tumpul.

Selain bintik gelap, strawberry skin terkadang disertai kulit yang terasa kasar atau bergelombang, gatal ringan, dan kemerahan di sekitar folikel rambut.

Baca Juga: 9 Shade Cushion Lokal untuk Kulit Sawo Matang dan Tan dengan Undertone Hangat

Pengertian dan Penyebab Chicken Skin

Chicken skin atau keratosis pilaris adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil dan tekstur kasar.

Kondisi ini dapat muncul pada bagian tubuh yang memiliki folikel rambut, seperti lengan, paha, dan ketiak.

Chicken skin terjadi akibat penumpukan keratin yang kemudian menyumbat folikel rambut. Sumbatan tersebut membuat permukaan kulit tampak berbintil dan terasa kasar ketika disentuh.

Beberapa faktor yang dapat memicu atau berkaitan dengan chicken skin meliputi:

  • Faktor genetik.
  • Kulit kering atau eksim.
  • Perubahan hormon, misalnya saat pubertas atau kehamilan.
  • Jarang menggunakan pelembap.
  • Rhinitis alergi.
  • Obesitas dan diabetes.
  • Lingkungan dengan udara kering, misalnya ruangan ber-AC.

Chicken skin juga lebih umum ditemukan pada anak-anak, remaja, dan wanita. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Ilustrasi Strawberry Skin atau Chicken Skin. (Pexels/Karola G)

Perbedaan Strawberry Skin dan Chicken Skin

Meski sama-sama dapat membuat permukaan kulit terlihat tidak mulus, strawberry skin dan chicken skin memiliki beberapa perbedaan yang cukup mudah dikenali.

Load More