26 Look Mahasiswa ESMOD di Fashion Nation, Bawa Eksplorasi Desain ke Panggung Mode

Senin, 21 September 2026 | 12:02 WIB
26 look karya mahasiswa ESMOD Jakarta tampil di Fashion Nation ke-20. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • ESMOD Jakarta menampilkan 26 karya mahasiswa dalam ajang First Edit di Fashion Nation Senayan City.
  • Para mahasiswa sebelumnya telah mempresentasikan koleksi mereka di hadapan juri profesional pada 12 Agustus 2026.
  • Nicholas Cielo Yusap dan Octavyani berhasil meraih penghargaan atas karya desain serta pembuatan pola terbaik mereka.

Suara.com - Panggung Fashion Nation ke-20 di Senayan City kembali menjadi ruang bagi talenta muda untuk memperkenalkan karya mereka. Tahun ini, ESMOD Jakarta menghadirkan First Edit, sebuah fashion show yang menampilkan 26 look hasil eksplorasi mahasiswa dari berbagai program desain.

Koleksi yang ditampilkan terdiri dari 23 look Women Ready-to-Wear karya mahasiswa program intensif 1 Year Fashion Design and Pattern Making, serta tiga look dari mahasiswa 3 Year Fashion Design Program dengan spesialisasi New Couture.

Melalui First Edit, para mahasiswa membawa karya yang sebelumnya dikembangkan sebagai bagian dari tugas akhir ke panggung yang lebih luas. Setiap koleksi hadir dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari pengembangan konsep, eksplorasi siluet dan material, hingga proses penyempurnaan desain menjadi koleksi yang memiliki karakter masing-masing.

“First Edit di Senayan City menjadi kesempatan bagi mahasiswa ESMOD Jakarta untuk membawa karya mereka ke panggung yang lebih luas dan mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan industri. Setiap mahasiswa memiliki proses dan pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan koleksinya,” ujar Guillaume Oger, Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta.

Menurut Guillaume, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga belajar mempersiapkan dan mempresentasikannya dalam konteks profesional.

Dari Eksplorasi Desain hingga Bisnis

Perjalanan koleksi yang ditampilkan di First Edit telah dimulai jauh sebelum fashion show berlangsung. Pada 12 Agustus 2026, para mahasiswa lebih dulu mempresentasikan koleksi mereka di hadapan juri eksternal yang merupakan profesional di industri fashion melalui ESMOD Jakarta Jury Day.

Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan masukan langsung mengenai koleksi, konsep, hingga pengembangan bisnis dari karya yang mereka buat.

Pengalaman itu kemudian tercermin dalam sejumlah koleksi yang dinilai tidak hanya dari sisi visual, tetapi juga bagaimana sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi identitas dan potensi bisnis.

Fashion Creative Director sekaligus Founder Albert Yanuar Bride & Boutique, Albert Yanuar, yang juga merupakan alumni ESMOD Jakarta, melihat potensi tersebut dalam karya para mahasiswa.

“Saya melihat banyak potensi dalam karya mereka. Koleksi yang dihasilkan sangat baik, termasuk pengembangan ide bisnis baru yang menurut saya sangat impresif. Mereka mampu membangun storytelling yang kuat dan menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan koleksi dengan beragam pendekatan,” ujar Albert.

Hal senada disampaikan Angelita Nurhadi, Founder and Designer Studio Jeje. Menurutnya, sejumlah mahasiswa telah memperlihatkan kemampuan untuk memadukan aspek desain dengan bisnis dan branding.

“Banyak koleksi dengan konsep yang menarik. Saya juga menyukai bagaimana mereka mempresentasikan karya secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga bisnis dan branding. Beberapa di antaranya sudah terlihat siap untuk membawa karyanya ke pasar, jadi kita tunggu kehadiran mereka di industri,” kata Angelita.

Apresiasi untuk Karya Mahasiswa

Dalam rangkaian ESMOD Jakarta–First Edit, sejumlah mahasiswa juga mendapatkan penghargaan atas karya yang mereka tampilkan.

Nicholas Cielo Yusap meraih penghargaan Best Fashion Design. Sementara Octavyani memperoleh dua nominasi sekaligus, yakni Best Pattern Making dan Coup De Cœur Du Jury (Special Jury Award).

Bagi ESMOD Jakarta, keterlibatan mahasiswa dalam proyek, kolaborasi, serta kegiatan bersama mitra industri menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami proses kreatif dalam lingkungan profesional.

Lewat First Edit, karya mahasiswa pun tidak berhenti sebagai tugas akademis. Koleksi tersebut mendapat kesempatan untuk dilihat publik sekaligus menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju industri fashion.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com