Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB
Wamen Ekraf, Irene Umar dalam acara Youth Economic Summit (YES) 2026 di Jakarta, Sabtu (7/11/2026). [Suara.com/Dicky]
BACA 10 DETIK
  • Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengajak pemuda berekspansi global pada Youth Economic Summit 2026 di Jakarta.
  • Kemudahan logistik dan penetrasi internet saat ini membuat merek lokal dapat menjangkau pasar internasional dengan sangat mudah.
  • Pelaku usaha harus membuang ego serta mempelajari platform digital negara tujuan agar produknya sukses menembus pasar global.

Suara.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Irene Umar mengajak para generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk berani melebarkan sayap ke panggung global. 

Irene meminta agar para pelaku usaha tidak hanya terfokus menjadikan 280 juta penduduk Indonesia sebagai target pasar, melainkan harus mulai membidik 8 miliar populasi penduduk dunia.

Ia menilai kalau saat ini industri kreatif nasional memiliki untuk ekspansi ke pasar global. Alasan klasik yang selama ini dikeluhkan seperti sulitnya akses pengiriman ke luar negeri, dianggapnya tak lagi relevan.

"Karena sudah tidak ada lagi alasan kita ada masalah dengan logistics. Kita ada DHL, kita ada Rayspeed yang kalau ngirim ke Singapura atau Malaysia itu cuma Rp65.000 per kilo sehari nyampe," ungkap Irene dalam acara Youth Economic Summit (YES) 2026 di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Irene menegaskan bahwa kemudahan logistik masa kini telah sangat membantu berbagai brand lokal untuk go global tanpa perlu repot membuka cabang fisik maupun membangun gudang penyimpanan di negara-negara tujuan. 

Lebih lagi, penetrasi internet saat ini telah memungkinkan setiap pelaku usaha untuk menjangkau klien dari belahan dunia mana pun.

Meski infrastruktur logistik dan komunikasi sudah terbuka lebar, Irene menyoroti sebuah tantangan krusial dari dalam diri pelaku usaha itu sendiri yakni ego dan keengganan beradaptasi. 

Ia mengkritik kebiasaan pelaku usaha yang kerap memaksakan pola pikir bahwa kesuksesan sebuah platform di dalam negeri akan otomatis menjamin kesuksesan di luar negeri.

"Pertanyaannya adalah apakah kita punya ego untuk menetapkan ini yang aku tahu di Indonesia works, di negara lain seluruhnya mestinya works? No, Tokopedia hanya ada di Indonesia," timpal dia.

Untuk itu, Wamen Ekraf menantang para pengusaha kreatif untuk membuang ego sektoral tersebut dan bersedia mempelajari ekosistem digital milik negara tujuan ekspansi. Ia mencontohkan perlunya adaptasi spesifik terhadap lokapasar (marketplace) maupun media sosial yang berkuasa di masing-masing wilayah.

"Kalau mau masukin ke market Jepang, you need to know Rakuten. Kalau mau masuk ke pasarnya China, you need to understand WeChat, you need to understand Xiaohongshu, Little Red Book, dan banyak platform lainnya yang ada di luar sana," terang Irene.

Lebih jauh, Irene meyakini bahwa jika para pelaku usaha Indonesia mau meluangkan waktu untuk belajar dan memahami platform-platform asing tersebut, akses pasar global akan seketika terbuka lebar. Optimisme ini tidak lepas dari besarnya minat global terhadap karya dan produk buatan Tanah Air.

"Kenapa begitu? Seluruh dunia sedang kekurangan banyak sekali barang-barang yang Indonesia punya," pungkas Irene.

Sekadar informasi, Youth Economic Summit 2026 diselenggarakan CORE Indonesia bersama Suara.com, dengan European Union sebagai special participant. Acara ini turut didukung dari VIRIYAENB, OVO, Solaria, Manulife, MIND ID, Mekari, MangKatsu, Frisian Flag, Le Minerale, Garudafood, Tenku, Paling Kopi, dan Nissin Wafers.

‎Adapun mitra komunitas yang terlibat meliputi Ruang Gagasan, YourSay, Aliansi Remaja Independen, AIESEC Indonesia, Bajik Pendidikan, Generasi Energi Bersih Indonesia, Youth Ranger Indonesia, FOSSEI Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam, FPCI Climate Unit, dan Jakarta Mendunia.

‎Sedangkan mitra media yang mendukung penyelenggaraan YES 2026 meliputi Katadata, Inilah.com, Kawan GNFI, BeritaSatu, MetroTVNews.com, Metro TV, Tempo, Investor.id, Bisnis Indonesia Group, Bisnis Muda, Delta FM, Staradio Tangerang, dan Tenten Go.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com