Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Sabtu, 07 November 2026 | 15:12 WIB
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher. [ITSEC Asia]
BACA 10 DETIK
  • PT ITSEC Asia Tbk mencatat pendapatan Rp92,8 miliar pada kuartal III 2026 atau meningkat 39 persen.
  • Perusahaan meluncurkan platform Bronyx AI pada Juli 2026 untuk memperluas solusi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan.
  • ITSEC Asia membukukan laba bersih Rp22,6 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Suara.com - Kebutuhan perusahaan terhadap perlindungan sistem digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuka peluang bisnis bagi industri keamanan siber. Salah satu perusahaan yang mencatat pertumbuhan di sektor ini adalah PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), dengan pendapatan mencapai Rp92,8 miliar pada kuartal III 2026.

Pendapatan ITSEC Asia tersebut meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan bisnis juga diikuti kenaikan laba kotor sebesar 57 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Perusahaan mencatat margin laba kotor meningkat 3,4 poin persentase menjadi 29,9 persen. Sementara itu, rugi usaha menyusut dari Rp30,4 miliar pada kuartal III 2025 menjadi Rp15,7 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Perbaikan kinerja tersebut berlangsung ketika ITSEC Asia memperluas portofolio solusi keamanan siber dan AI untuk menjawab kebutuhan organisasi yang semakin bergantung pada sistem digital.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang sesuai dengan perubahan kebutuhan pelanggan.

“Kami menyambut positif pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi pada kuartal ini. Kami terus berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah,” ujar Patrick dalam keterangan perusahaan, Sabtu (7/11/2026).

Kembangkan platform pengujian keamanan berbasis AI

Salah satu strategi ITSEC Asia untuk memperluas bisnis teknologi adalah mengembangkan solusi keamanan siber berbasis AI.

Pada Juli 2026, perusahaan meluncurkan Bronyx AI, platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI yang dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan sistem keamanan.

Pengujian penetrasi atau penetration testing merupakan metode untuk menguji sistem digital dengan menyimulasikan serangan siber. Tujuannya adalah menemukan celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melalui Bronyx AI, ITSEC Asia berupaya memperluas layanan keamanan digital dengan memanfaatkan otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Pengembangan ini menjadi relevan seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dan AI dalam operasional perusahaan. Semakin banyak sistem yang terhubung, semakin besar pula kebutuhan organisasi untuk mengidentifikasi risiko dan memperkuat perlindungan data.

Perkuat talenta keamanan siber dan AI

Selain mengembangkan produk, ITSEC Asia juga membangun kapasitas sumber daya manusia melalui ITSEC Cyber & AI Academy yang didirikan pada Maret 2025.

Anak perusahaan tersebut berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan melalui program pelatihan terstruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com