Dinding Rumah Lembab dan Berjamur? Ini Langkah Tepat Mengecat Ulang agar Tahan Lama

Selasa, 22 September 2026 | 16:57 WIB
Ilustrasi mengecat tembok (Freepik)
BACA 10 DETIK
  • Pemilik rumah harus mengenali tiga jenis kelembapan dinding dan memperbaiki sumber kebocoran sebelum mengecat.
  • Permukaan tembok yang berjamur perlu dibersihkan menggunakan lap kering serta disemprot cairan anti jamur secara merata.
  • Dinding yang rusak harus diratakan kembali sebelum dicat ulang menggunakan produk khusus yang tahan jamur.

Suara.com - Masalah dinding rumah yang lembab dan ditumbuhi jamur sering kali menjadi persoalan menjengkelkan bagi para pemilik rumah, terutama saat musim hujan tiba atau pada ruangan yang bersuhu dingin.

Kondisi kelembaban ini tidak hanya merusak keindahan dan estetika ruangan, tetapi juga berpotensi mengurangi kekuatan struktur tembok secara perlahan.

Selain merugikan dari segi bangunan, kelembaban dan jamur pada dinding juga berbahaya bagi kesehatan penghuninya karena dapat menurunkan kualitas udara serta memicu berbagai penyakit.

Untuk mengatasi masalah ini secara tepat, proses perbaikan dan pengecatan ulang tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Mengutip penjelasan dari Rizki dari kanal YouTube Belajar Arsitektur:

"Kelembaban pada dinding ruangan yang dingin membuat dinding menjadi lembab dan akan timbul kerusakan pada dinding estetika dan kekuatan tembok juga akan menjadi berkurang di samping itu kualitas kesehatan bagi pengguninya akan berkurang".

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang sistematis agar lapisan cat baru dapat melekat sempurna dan tahan lama.

Berikut adalah panduan mengenai cara mengecat tembok yang lembab dan berjamur dengan langkah-langkah yang praktis:

Kenali Dahulu Jenis Kelembaban Dinding

Ilustrasi pengecetan tembok berjamur (Dok. Aquaproof)

Sebelum memulai proses pengecatan, penting untuk mengidentifikasi sumber kelembaban yang terjadi pada tembok rumah Anda. Terdapat tiga jenis kelembaban utama yang sering menyerang dinding bangunan.

Jenis pertama adalah embun atau kondensasi, yang ditandai dengan munculnya titik-titik air di permukaan tembok akibat ventilasi udara yang buruk.

Jenis kedua adalah rising damp, yaitu kelembaban yang naik dari dalam tanah melalui pondasi hingga menjalar ke dinding dan menimbulkan jamur di sudut-sudut tembok.

Jenis ketiga adalah penetrating damp, yang disebabkan oleh tiga hal utama: saluran air yang bocor, ubin yang pecah, atau saluran di dalam dinding yang rusak.

Jika kelembaban disebabkan oleh kebocoran saluran air (penetrating damp), Anda wajib memperbaiki sumber kebocoran tersebut terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke proses pengecatan agar rembesan air tidak kembali merusak tembok.

Bersihkan Jamur dan Semprot Cairan Anti Jamur

Langkah berikutnya adalah membasmi pertumbuhan jamur yang ada pada permukaan dinding. Membersihkan dinding yang berjamur dilakukan dengan cara menyapu atau mengelap permukaan dinding menggunakan lap kering.

Setelah permukaan tembok bersih dari debu dan penumpukan jamur, semprotkan fungisidal wash atau cairan anti jamur secara merata ke area tersebut.

Penggunaan cairan anti jamur ini sangat penting untuk menghentikan perkembangan jamur yang tidak terkendali secara efektif hingga ke pori-pori tembok.

Ratakan dan Rapikan Bagian Dinding yang Rusak

Kelembaban sering kali menyebabkan lapisan cat lama menggelembung, retak, atau terkelupas. Sebelum mengoleskan cat baru, pastikan Anda merapikan atau meratakan kembali seluruh bagian dinding yang terkelupas dan retak.

Kerok bagian cat lama yang rapuh hingga bersih, lalu gunakan bahan penambal dinding untuk menutup retakan sehingga permukaan tembok kembali rata dan siap menerima lapisan cat dasar.

Cat Ulang Menggunakan Cat Khusus Ketahanan Tinggi

Jika permukaan dinding sudah bersih dari jamur dan dalam kondisi rata, Anda bisa memulai proses pengecatan ulang.

Agar hasilnya tahan lama dan tidak kembali lembab, gunakan produk cat yang memiliki klaim tahan terhadap hujan, zat alkali, dan kandungan garam.

Selain itu, pilihlah jenis cat tembok yang juga memiliki perlindungan ekstra tahan terhadap pertumbuhan jamur serta paparan polusi.

Jaga Sirkulasi Udara dan Gunakan Dehumidifier

Setelah pengecatan selesai, perawatan lingkungan sekitar tetap perlu diperhatikan. Biasakan untuk rutin membuka jendela dan ventilasi udara di dalam rumah secara berkala.

Langkah ini bertujuan agar sirkulasi udara dan panas dapat terjadi dengan lancar, sehingga mengurangi kadar kelembaban di dalam ruangan, terutama pada area rawan seperti kamar mandi dan kamar tidur.

Jika ruangan tidak memiliki akses ventilasi yang memadai, penggunaan alat dehumidifier sangat dianjurkan karena alat ini mampu menyerap kadar air di udara dan mengeluarkan udara kering.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com