- Tim Satkoppeba Koarmada I TNI AL menemukan kotak hitam helikopter Mi-17V5 di Kabupaten Seruyan pada Sabtu (7/11/2026).
- Helikopter Puspenerbad yang mengemban misi penanganan kebakaran hutan tersebut mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan pada Rabu (4/11).
- Insiden jatuhnya helikopter di Kalimantan Tengah ini mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur dan lima kru lainnya selamat.
Suara.com - Tim Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air Koarmada I (Satkoppeba Koarmada I) TNI Angkatan Laut menemukan kotak hitam atau Flight Data Recorder (FDR) helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Selain FDR, tim juga menemukan bagian ekor helikopter milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) tersebut.
Dalam keterangan pers Penerangan Koarmada I yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/11/2026), disebutkan FDR telah diserahkan kepada tim investigasi Puspenerbad untuk membantu mengungkap penyebab kecelakaan.
"Selanjutnya, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut," tulisnya.
Helikopter Mi-17V5 tersebut jatuh pada Rabu (4/11) sekitar pukul 09.55 WIB, setelah lepas landas dari Kuala Pembuang.
Saat itu, helikopter sedang menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.
Kecelakaan terjadi ketika helikopter mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing. Helikopter mengalami kendala terbang sebelum akhirnya jatuh ke perairan.
Setelah kejadian, TNI Angkatan Darat mengerahkan personel untuk mengevakuasi para kru melalui jalur udara.
Kecelakaan itu mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Sementara lima kru lainnya selamat, yakni Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda. (ANTARA)