- Kandungan alkohol air mawar berisiko memicu efek samping kulit kering.
- Efek samping air mawar antara lain alergi hingga fotosensitivitas kulit.
- Atasi efek samping air mawar dengan kompres dingin dan pelembap.
Meski kasusnya terbilang jarang, air mawar dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari (fotosensitivitas).
Akibatnya, kulit jadi lebih mudah terasa terbakar saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Bentrok dengan Produk Skincare Lain
Jika Anda sedang menggunakan produk perawatan wajah berbahan aktif kuat seperti retinoid atau alpha-hydroxy acid (AHA).
Air mawar yang berinteraksi dengan bahan-bahan aktif ini berisiko memicu iritasi, pengelupasan berlebihan, kemerahan, hingga sensasi panas yang membakar pada wajah.
Langkah-Langkah Mengatasi Iritasi Akibat Air Mawar
Jika Anda telanjur mengalami gejala seperti rasa panas, kemerahan, atau iritasi setelah memakai air mawar.
Anda bisa melakukan beberapa Langkah pertolongan pertama berikut ini di rumah:
1. Kompres Dingin
Ambil kain bersih yang dibasahi dengan air dingin atau gunakan kompres es. Tempelkan secara perlahan pada area kulit yang mengalami iritasi selama kurang lebih 5 sampai 10 menit sampai kemerahan dan rasa panasnya mereda.
2. Oleskan Bahan yang Menenangkan
Untuk meredakan sensasi tidak nyaman, Anda bisa mengaplikasikan produk atau bahan alami yang memberikan efek cooling (dingin) dan menenangkan pada kulit, seperti kandungan mentol atau losion kalamin.
3. Gunakan Pelembap Bebas Pewangi
Setelah iritasi mulai mereda, pulaskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan alami kulit yang hilang.
Pastikan Anda memilih pelembap yang hypoallergenic, bebas zat aditif, dan tidak mengandung wewangian agar tidak memperparah kondisi kulit.
Sebelum mengaplikasikan produk apa pun ke seluruh wajah, terutama produk baru sangat disarankan untuk melakukan uji tempel (patch test) terlebih dahulu di bagian kulit lain, seperti di pergelangan tangan atau belakang telinga guna memastikan tidak ada reaksi alergi.