- Tranexamic acid banyak digunakan untuk membantu menyamarkan hiperpigmentasi.
- Pemakaian topikal tetap dapat memicu reaksi pada sebagian kulit.
- Iritasi, kering, kemerahan, dan gatal termasuk efek yang pernah dilaporkan.
4. Kemerahan
Kemerahan atau erythema juga pernah dilaporkan pada penggunaan tranexamic acid untuk kulit. Reaksi ini biasanya terlihat sebagai area wajah yang menjadi lebih merah setelah penggunaan.
Data penelitian menunjukkan bahwa erythema dapat muncul pada berbagai rute pemberian tranexamic acid, termasuk topikal, meski efek sampingnya secara umum tergolong ringan.
5. Rasa Gatal
Rasa gatal juga termasuk reaksi kulit yang pernah ditemukan dalam penelitian mengenai tranexamic acid. Bila muncul bersamaan dengan kemerahan atau iritasi yang semakin berat, pemakaian produk sebaiknya dihentikan terlebih dahulu.
Tinjauan penelitian yang lebih baru juga mencatat pruritus atau rasa gatal sebagai salah satu reaksi kulit yang dilaporkan dalam studi penggunaan tranexamic acid.
Apakah Tranexamic Acid Aman untuk Wajah?
Secara umum, tranexamic acid topikal memiliki tolerabilitas yang cukup baik dalam penelitian mengenai melasma.
Review yang membahas berbagai metode pemberian TXA juga menyebut penggunaan topikal cenderung lebih mudah ditoleransi dibandingkan beberapa terapi topikal lain.
Meski begitu, hasil tersebut bukan berarti tranexamic acid bebas dari risiko. Konsentrasi produk, kombinasi dengan bahan aktif lain, kondisi skin barrier, serta cara pemakaian dapat memengaruhi respons kulit.
Perlu diperhatikan pula bahwa tranexamic acid untuk melasma masih digunakan secara off-label dalam dermatologi, sehingga bukti keamanan penggunaan jangka panjang, terutama pada kondisi tertentu, masih terus dikaji.
Jika setelah memakai skincare dengan tranexamic acid muncul iritasi berat, pembengkakan, atau reaksi yang tidak kunjung membaik, pemakaian sebaiknya dihentikan dan kondisi kulit diperiksa oleh dokter kulit.