- Reapply sunscreen stick perlu dilakukan dengan cara yang tepat.
- Kebersihan stick dan kondisi kulit perlu diperhatikan.
- Hindari kesalahan yang dapat memicu pori-pori tersumbat dan jerawat.
Suara.com - Sunscreen stick praktis digunakan untuk reapply. Teksturnya yang padat juga memudahkan pemakaian ulang saat sedang beraktivitas di luar rumah.
Meski praktis, cara menggunakan sunscreen stick tetap perlu diperhatikan, terutama bagi kulit yang mudah berjerawat. Pasalnya, pengaplikasian yang kurang tepat dapat membuat kulit terasa lebih berat dan berisiko memicu masalah seperti pori-pori tersumbat dan jerawatan.
Kesalahan saat reapply pun bukan cuma soal terlalu banyak mengoleskan produk. Kebersihan stick, kondisi kulit, hingga cara pemakaian juga perlu diperhatikan.
Nah, berikut 4 kesalahan reapply sunscreen stick yang bisa bikin jerawatan.
Sunscreen stick adalah sunscreen berbentuk padat yang dirancang untuk memudahkan pemakaian ulang tanpa perlu menyentuh produk secara langsung dengan tangan.
1. Mengoleskan Sunscreen Stick Berkali-kali di Area yang Sama
Salah satu kesalahan reapply sunscreen stick adalah menggesernya terlalu banyak di area wajah yang sama. Tujuannya memang ingin memastikan seluruh permukaan kulit tertutup, tetapi penggunaan berlebihan dapat membuat lapisan produk semakin menumpuk.
Jadi, bukan berarti semakin banyak olesan akan semakin baik. Teknik pengaplikasian yang merata lebih penting daripada terus menambahkan produk di titik yang sama.
2. Langsung Reapply di Atas Wajah yang Penuh Minyak dan Keringat
Wajah yang sudah berminyak atau berkeringat juga perlu diperhatikan sebelum sunscreen stick digunakan kembali.
Namun, langsung menggeser stick berkali-kali di atas wajah yang sangat berminyak, penuh keringat, atau kotor dapat membuat permukaan kulit terasa semakin berat.
Untuk kondisi seperti ini, keringkan keringat terlebih dahulu dengan lembut, lalu aplikasikan ulang sunscreen sesuai kebutuhan.
3. Tidak Memperhatikan Kebersihan Sunscreen Stick
Sunscreen stick bersentuhan langsung dengan kulit sehingga bagian permukaannya dapat terkena minyak, keringat, sisa skincare, maupun makeup.
Jika penggunaannya tidak higienis, kotoran tersebut dapat ikut terbawa saat produk kembali digesekkan ke wajah.