Belajar Jadi Wirausaha Muda: Mulai dari Ide Sederhana hingga Usaha yang Berdampak

Senin, 28 September 2026 | 18:10 WIB
Ilustrasi wirausaha muda. (Elements Envato)
BACA 10 DETIK
  • Yayasan Bulir Padi dan FBIS Atma Jaya mengadakan program kewirausahaan sosial bagi 25 anak muda SMA sederajat dari September hingga November 2026.
  • Pelatihan yang didukung PT Lautan Luas Tbk ini bertujuan membekali peserta menciptakan bisnis yang solutif terhadap kebutuhan masyarakat.
  • Peserta diajukan untuk merancang usaha bernilai ekonomi yang berfokus pada prinsip keberlanjutan serta pengelolaan lingkungan sejak awal pengembangan ide.

Suara.com - Menjadi wirausaha tidak selalu harus dimulai dari modal besar atau ide bisnis yang rumit. Bagi anak muda, peluang usaha justru bisa muncul dari hal-hal sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari melihat kebutuhan orang-orang di sekitar, menemukan persoalan di lingkungan, hingga memanfaatkan sumber daya yang tersedia, semua bisa menjadi titik awal untuk mengembangkan sebuah ide usaha.

Cara pandang inilah yang diperkenalkan kepada 25 anak muda binaan Yayasan Bulir Padi (YBP) dalam Program Kewirausahaan Sosial YBP 2026. Peserta tingkat SMA/SMK/sederajat dari Palmerah, Marunda, dan Bidara Cina mengikuti 10 sesi pembekalan kewirausahaan sosial yang berlangsung pada September hingga November 2026.

Program yang dijalankan bersama Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FBIS Atma Jaya) tersebut tidak hanya mengajak peserta memikirkan bagaimana sebuah usaha menghasilkan keuntungan.

Mereka juga diajak melihat lebih jauh bagaimana sebuah bisnis dapat menjawab kebutuhan nyata di masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

Berawal dari Masalah di Sekitar

Bagi calon wirausaha muda, kemampuan mengenali masalah dapat menjadi langkah awal untuk menemukan peluang.

Persoalan yang selama ini dianggap sederhana di lingkungan sekitar bisa saja menyimpan kebutuhan yang belum terjawab. Dari sana, anak muda dapat belajar merancang produk atau layanan yang tidak hanya menarik secara bisnis, tetapi juga memiliki manfaat bagi orang lain.

Dalam proses tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip green economy dan circular economy. Keduanya dapat menjadi pertimbangan sejak awal ketika seseorang merancang sebuah usaha.

Misalnya, calon pelaku usaha dapat mulai memikirkan bahan yang digunakan, bagaimana mengurangi limbah, hingga apakah material yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali.

Dengan begitu, keberlanjutan tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang baru dipikirkan setelah bisnis berjalan. Prinsip tersebut justru dapat menjadi bagian dari proses menemukan dan mengembangkan ide usaha.

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha yang berangkat dari kebutuhan nyata di komunitas mereka. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Bulir Padi dan FBIS Atma Jaya, kami ingin turut memperluas perspektif peserta bahwa prinsip keberlanjutan dapat menjadi bagian dari sebuah ide usaha sejak awal,” ujar Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications, and ESG PT Lautan Luas Tbk.

Belajar Mengubah Ide Menjadi Solusi

Menemukan ide hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah mengembangkannya menjadi usaha yang bisa dijalankan.

Karena itu, peserta didorong untuk tidak berhenti pada gagasan, tetapi mulai memikirkan kebutuhan calon pengguna, sumber daya yang tersedia, hingga dampak yang mungkin muncul dari usaha tersebut.

Pendekatan ini membuat proses belajar kewirausahaan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak muda dapat belajar bahwa membangun bisnis bukan sekadar mencari sesuatu yang bisa dijual, tetapi juga memahami persoalan dan kebutuhan orang lain.

“Bagi Lautan Luas, keberlanjutan akan lebih bermakna ketika dapat dipahami dan diterapkan dalam keputusan sehari-hari, termasuk saat seseorang mulai merancang usaha. Kami mengapresiasi Yayasan Bulir Padi dan FBIS Atma Jaya atas kolaborasi yang membuka peluang bagi generasi muda untuk menciptakan nilai bagi komunitas dan lingkungan. Inilah semangat Bettering Your World yang ingin kami wujudkan bersama,” tambah Eurike.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta melihat kewirausahaan dari sudut pandang yang lebih luas. Sebuah usaha dapat tumbuh dari ide sederhana, selama mampu menjawab kebutuhan nyata, dikelola dengan baik, dan memberikan nilai bagi lingkungan di sekitarnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com