Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:03 WIB
Guru penerima penghargaan Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026. (ist)
BACA 10 DETIK
  • Guru SMP Nation Star Academy Surabaya, Muhammad Izhar, menerapkan proyek pembuatan bioplastik guna mengatasi pencemaran lingkungan.
  • Desi Susanti di SMAN 1 Sendawar menggunakan teknologi AI untuk pembelajaran fisika dengan ketuntasan mencapai seratus persen.
  • Mentari Group menganugerahi penghargaan kepada 20 pendidik berprestasi melalui ajang Mentari National Awards for Educators 2026.

Kegiatan tidak berhenti pada penerbitan buku. Sekolah juga mengembangkan festival literasi, lomba desain sampul, peluncuran dan pameran buku, serta talkshow bersama duta literasi siswa.

Menariknya, kegiatan literasi tersebut kemudian dikaitkan dengan aksi lingkungan. Hasil penjualan buku karya siswa turut mendukung kegiatan penanaman lebih dari 200 anakan bambu.

“Literasi tidak hanya tentang kemampuan menulis, tetapi bagaimana siswa mampu menggunakan gagasannya untuk melakukan sesuatu yang berdampak. Karena itu, program kami terus dikembangkan agar karya dan kemampuan literasi siswa dapat terhubung dengan aksi nyata,” tutur Meildy.

20 Pendidik Raih Penghargaan

Beragam praktik pembelajaran tersebut menjadi bagian dari inovasi pendidikan yang dikembangkan para pendidik di berbagai daerah.

Praktik baik itu juga mendapat apresiasi melalui Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026 yang diselenggarakan Mentari Group.

Tahun ini, sebanyak 20 pendidik terpilih dari 770 pendaftar yang berasal dari 228 kota/kabupaten dan 679 sekolah.

Sebanyak 10 pendidik menerima Mentari Changemaker Awards, lima penerima Mentari Leadership Awards, dan lima penerima Mentari Educator Awards.

Executive Director Mentari Group Natalina Rimba mengatakan penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong para pendidik untuk terus mengembangkan dan membagikan inovasi mereka.

“Semoga penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi Bapak dan Ibu dalam memajukan pendidikan Indonesia, sekaligus mendorong untuk terus mengembangkan dan membagikan inovasi yang telah dilakukan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan,” ujar Natalina.

Kapokja Dikdasmen BAN PDM 2023–2026 Andri Nurcahyani juga menilai praktik baik yang dikembangkan guru dan kepala sekolah penting untuk dikenali karena lahir dari beragam tantangan dan kebutuhan di lingkungan sekolah masing-masing.

Para penerima MNAE 2026 berasal dari berbagai daerah, antara lain Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, Bekasi, Banyuwangi, Purwakarta, Medan, Labuan Bajo, hingga Kutai Barat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com