Persiapan Umrah agar Tetap Nyaman di Tengah Cuaca yang Berubah

Senin, 05 Oktober 2026 | 16:59 WIB
Ilustrasi Umrah (Unsplash)
BACA 10 DETIK
  • Calon jemaah umrah perlu memilih pakaian yang sesuai dengan perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam di Makkah serta Madinah.
  • Jemaah harus membawa pakaian berbahan ringan dan nyaman untuk mendukung aktivitas padat seperti banyak berjalan kaki di Tanah Suci.
  • Penyimpanan barang esensial dalam tas ringkas serta perlengkapan tambahan yang tepat membantu jemaah fokus menjalankan ibadah dengan tenang.

Suara.com - Menjelang musim umrah akhir tahun, calon jemaah biasanya mulai sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan untuk dibawa ke Tanah Suci. Dokumen perjalanan, perlengkapan ibadah, obat-obatan pribadi hingga pakaian tentu masuk dalam daftar persiapan.

Namun, ada satu hal yang kerap luput diperhatikan: memilih pakaian dan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca serta aktivitas selama umrah.

Rangkaian ibadah umrah membutuhkan stamina karena jemaah akan banyak berjalan kaki. Belum lagi agenda ziarah dan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang membuat aktivitas selama berada di Makkah dan Madinah cukup padat.

Persiapan yang tepat sejak dari rumah pun bisa membuat perjalanan terasa lebih ringan. Jemaah tidak perlu membawa terlalu banyak barang, tetapi tetap siap menghadapi perubahan cuaca dan aktivitas sepanjang hari.

Pahami Cuaca di Tanah Suci Sebelum Berangkat

Makkah dan Madinah memang identik dengan cuaca panas. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung sepanjang tahun. Suhu dapat berubah cukup signifikan mengikuti musim, terutama antara siang dan malam.

Pada musim dingin sekitar November hingga Februari, misalnya, suhu siang hari umumnya berada di kisaran 18-25 derajat Celsius. Pada malam hingga dini hari, suhu dapat turun hingga sekitar 8-15 derajat Celsius.

Memasuki musim semi pada Maret-April, suhu mulai menghangat dan berkisar 20-30 derajat Celsius. Sementara pada musim panas sekitar Mei-Agustus, bahkan dapat berlanjut hingga September, suhu siang hari bisa mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.

Adapun September-November menjadi masa peralihan menuju cuaca yang lebih sejuk, dengan suhu rata-rata sekitar 25-35 derajat Celsius.

Karena itu, calon jemaah sebaiknya tidak hanya menyiapkan pakaian untuk cuaca panas. Lapisan pakaian yang ringan untuk menghadapi udara dingin pada malam dan dini hari juga bisa dimasukkan ke dalam koper.

Pilih Pakaian yang Nyaman untuk Banyak Berjalan

Sebagian besar aktivitas umrah dilakukan dengan berjalan kaki. Mulai dari menuju masjid, mengikuti agenda ziarah hingga berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Dalam kondisi seperti ini, pakaian yang ringan dan nyaman bisa membuat aktivitas terasa lebih leluasa. Untuk jemaah perempuan, misalnya, baju dalam yang nyaman dapat dikenakan di balik abaya, gamis atau tunik.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah pakaian berbahan AIRism. Material ini dirancang untuk memberikan sensasi sejuk dan membantu menyerap keringat, sehingga dapat digunakan sebagai lapisan dalam ketika cuaca terasa hangat.

Untuk pria, kaus berbahan ringan juga bisa menjadi pilihan praktis. Selain nyaman digunakan sehari-hari, pakaian yang tipis dan mudah kering akan lebih mudah dicuci dan dikemas kembali selama perjalanan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com