- Artikel ini menyajikan daftar merek lokal dan global seperti Wimcycle, Polygon, serta Trek untuk sepeda MTB.
- Berbagai merek tersebut menawarkan pilihan sepeda gunung mulai dari kategori pemula hingga kelas profesional dan kompetisi.
- Harga dan spesifikasi sepeda disesuaikan dengan anggaran, jenis medan, serta kemampuan bersepeda agar hasilnya optimal.
United Bike merupakan salah satu merek lokal yang mempunyai pilihan MTB dari kelas sport sampai XC dan trail.
Untuk pemula, misalnya ada United Dallas 1.0 dengan harga sekitar Rp2,74 juta. Model tersebut sudah menggunakan frame alloy, fork travel 120 mm dan rem cakram hidrolik.
Naik ke kelas yang lebih tinggi, United Epsilon T1 dibanderol sekitar Rp12,9 juta dengan drivetrain Shimano Deore 1x10, fork Suntour XCR dan suspensi belakang Suntour Raidon.
Sementara seri Epsilon T5 dan T5.1 di kategori trail tercantum sekitar Rp22 juta hingga Rp23,68 juta.
4. Thrill
Thrill cocok untuk pengguna yang ingin naik dari MTB rekreasional ke sepeda yang lebih serius untuk XC maupun trail.
Salah satu model entry-level, Thrill Oust T120 1.5, tercantum sekitar Rp4,56 juta. Model full suspension tersebut menggunakan travel fork 120 mm dan rem hidrolik Shimano MT200.
Sementara Thrill Wreak 1.0 berada di kisaran Rp6,81 juta untuk HET Jawa dan Bali 2026. Model ini menggunakan frame aluminium, drivetrain Shimano Deore 10-speed serta rem hidrolik Shimano MT200.
Perkiraan harganya sekitar Rp4,5 juta hingga belasan juta, tergantung seri dan spesifikasi.
5. Polygon
Jika mencari merek MTB yang mempunyai pilihan sangat lengkap, Polygon menjadi salah satu kandidat utama.
Lini MTB Polygon saat ini mencakup Cascade, Rayz, Xtrada, Syncline, Siskiu hingga Collosus. Polygon juga mempunyai pilihan hardtail dan full suspension untuk kebutuhan XC, trail hingga downhill.
Untuk kelas XC, Polygon Xtrada 5 tercantum sekitar Rp7,8 juta, Xtrada 6 sekitar Rp9,6 juta dan Xtrada 7 sekitar Rp12,8 juta.
Sementara Polygon Siskiu D7 tercantum sekitar Rp18,2 juta dan menyasar penggunaan XC hingga trail yang lebih agresif.
Untuk kelas paling tinggi, Polygon memiliki keluarga Collosus yang ditujukan untuk penggunaan lebih serius.
6. Giant
Giant merupakan merek global yang juga mempunyai MTB dari kelas pemula hingga performa tinggi.
Untuk pemula, seri Talon merupakan salah satu pilihan hardtail yang dirancang sebagai pintu masuk ke dunia MTB. Giant menyebut Talon sebagai sepeda untuk pengendara yang ingin berkembang dari penggunaan awal hingga kemampuan trail yang lebih tinggi.
Di pasar Indonesia, Talon 4, Talon 3, Talon 2 dan Talon 1 berada di kisaran beberapa juta hingga belasan juta rupiah, tergantung tahun dan spesifikasinya. Data harga pasar yang tersedia menempatkan Talon 4 sekitar Rp6 juta, Talon 3 Rp7 juta, Talon 2 Rp8,2 juta dan Talon 1 sekitar Rp10,5 juta.
Naik kelas, Giant Trance X 2 dan Trance X 1 berada di kisaran Rp36 juta dan Rp46 juta berdasarkan data harga model 2026 yang tersedia.
7. Merida
Merida juga mempunyai pilihan MTB yang luas, terutama melalui keluarga BIG.NINE untuk XC serta lini trail dan all-mountain.
BIG.NINE 20 merupakan salah satu model entry-level yang menggunakan frame aluminium 29 inci. Spesifikasinya mencakup fork suspensi 120 mm, drivetrain 8-speed dan rem cakram hidrolik Shimano MT200 pada model 2026.
Sebagai gambaran harga di Indonesia, BIG.NINE 20 2024 tercatat sekitar Rp13,4 juta pada database harga yang tersedia.
Di atasnya terdapat berbagai varian BIG.NINE dan lini trail seperti ONE-FORTY serta ONE-SIXTY yang dapat masuk ke kelas harga lebih tinggi.
Perkiraan harganya sekitar Rp10 juta–Rp30 juta lebih, tergantung seri dan spesifikasi.
8. Trek
Trek sering dianggap sebagai merek premium, tetapi sebenarnya memiliki MTB entry-level. Salah satunya adalah Marlin, hardtail yang ditujukan bagi pengendara yang baru mulai masuk ke dunia trail. Trek menawarkan Marlin 4, 5, 6 dan 7 dengan spesifikasi yang berbeda.
Harga Trek di Indonesia dapat cukup bervariasi karena ketersediaan dan jalur distribusi. Sebagai gambaran pasar, Marlin 5 ditemukan sekitar Rp10,5 juta hingga Rp17 juta pada listing Indonesia, sehingga pembeli sebaiknya mengecek harga dealer dan tahun model sebelum membeli.
Untuk kelas lebih tinggi, Trek memiliki seri seperti Roscoe, Fuel EX, Top Fuel, Slash hingga Session.
9. Santa Cruz
Jika anggaran bukan masalah dan targetnya adalah MTB high-end, Santa Cruz merupakan salah satu merek yang layak dipertimbangkan.
Santa Cruz memiliki berbagai lini seperti Chameleon, Highball, 5010, Tallboy, Hightower, Bronson, Megatower dan V10. Harga resminya di pasar global menunjukkan posisinya sebagai merek premium.
Sebagai contoh, Chameleon tercantum mulai US$1.899, Highball mulai US$3.299, 5010 mulai US$3.849 dan Hightower mulai US$4.799.
Jika dikonversikan secara kasar ke rupiah, Chameleon saja sudah berada di kisaran Rp30 jutaan, sedangkan model full suspension kelas atas dapat mencapai Rp70 juta hingga lebih dari Rp100 juta sebelum memperhitungkan pajak, distribusi dan perbedaan harga pasar Indonesia.
Jadi, apa merek sepeda MTB yang bagus?
Untuk pemula dengan budget sekitar Rp2–4 juta, Wimcycle, Pacific dan United bisa menjadi pilihan.
Jika budget berada di kisaran Rp5–10 juta, Polygon, Thrill, United dan Pacific mulai menawarkan pilihan yang lebih menarik untuk pengguna yang ingin berkembang ke XC atau trail.
Sementara untuk budget Rp10–20 juta, pilihan semakin luas, termasuk Polygon Xtrada kelas atas, Siskiu, United Epsilon, Giant, Merida hingga Trek.
Untuk pengguna yang sudah serius bermain trail, enduro atau kompetisi dan mempunyai budget puluhan juta rupiah, Giant, Merida, Trek, Polygon kelas atas dan Santa Cruz dapat masuk dalam pertimbangan.
Yang tidak kalah penting, jangan hanya melihat merek. Perhatikan juga material frame, ukuran roda, jenis fork, travel suspensi, groupset, jumlah speed, rem hidrolik, wheelset serta geometri frame.
Dengan demikian, sepeda MTB seharga Rp10 juta dari satu merek belum tentu lebih bagus daripada sepeda Rp8 juta dari merek lain. Spesifikasi dan peruntukan sepeda tetap menjadi faktor utama.