- Frans Seda Foundation bersama Unika Atma Jaya menyelenggarakan perayaan puncak satu abad kelahiran Frans Seda di Kampus Semanggi pada Jumat, 9 Oktober 2026.
- Acara ini bertujuan mengenang jasa Frans Seda sebagai negarawan dan pendiri Unika Atma Jaya sekaligus meneruskan nilai pengabdiannya kepada generasi muda.
- Rangkaian acara penutup tersebut diisi dengan Misa Syukur, pemanfaatan teknologi AI, bincang lintas generasi, dan pementasan drama musikal oleh Teater UTTA.
Salah satu bagian perayaan adalah pertunjukan drama musikal “Untuk Tuhan dan Tanah Air” oleh Teater UTTA. Pementasan yang melibatkan mahasiswa, alumni, staf Atma Jaya, dan sahabat Atma ini mengisahkan perjalanan hidup Frans Seda, mulai dari masa kecil hingga kiprahnya sebagai menteri.
Nusa Wicastya menulis naskah, menyutradarai, sekaligus memerankan Frans Seda. Ia tampil bersama J. Rizhan sebagai Frans Seda kecil, Maria Vernanda sebagai Johanna Seda, dan Harris Syaus sebagai Soekarno.
Perjalanan hidup Frans Seda juga diangkat melalui sesi “Bincang Bersama Frans Seda”. Sesi ini dibuka dengan pesan Frans Seda melalui video, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan dari lima perwakilan lintas generasi, yakni Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Pengurus Yayasan Atma Jaya Linus M. Setiadi, Rektor Unika Atma Jaya Prof. Yuda Turana, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan pelajar SMA.
Dengan memanfaatkan teknologi, sesi tersebut mengajak peserta merefleksikan pemikiran dan nilai-nilai Frans Seda serta relevansinya bagi kehidupan masa kini.