Siapa Aron Ashab? Viral Ngaku Diculik, Disiksa, dan Dipenjara selama Setahun

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:10 WIB
Aron Ashab (Instagram.com/aronashab)
BACA 10 DETIK
  • Kreator konten Aron Ashab muncul di Instagram pada 14 Oktober 2026 setelah menghilang sejak November 2025.
  • Aron mengaku telah menjadi korban penculikan bayaran, penyiksaan fisik, dan pengurungan oleh sekelompok oknum serta preman.
  • Ia berhasil kabur, pulang ke Jakarta, dan berencana membawa kasus trauma tersebut ke jalur hukum.

Suara.com - Aron Ashab, yang nama lengkapnya Mohammad Haeran Ashab, adalah sosok kreator konten, penyanyi, aktor, komedian, dan influencer asal Jakarta. Namanya tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di media sosial pada pertengahan Oktober 2026.

Setelah hampir setahun menghilang dari publik dan akun Instagram-nya @aronashab, pria keturunan Arab-Belanda ini muncul kembali dengan pengakuan mengejutkan. Ia mengklaim menjadi korban penculikan bayaran, ditahan di tempat yang disebutnya “penjara” atau “sel tikus”, serta mengalami kekerasan fisik dan penyiksaan dari sekelompok oknum yang dibantu preman.

Pengakuan ini langsung viral karena disampaikan dengan bahasa kasar dan emosional, di mana Aron menegaskan bahwa ia tidak melakukan tindak kriminal apa pun, namun tetap menjadi sasaran main hakim sendiri.

Kemunculannya yang mendadak setelah vakum panjang membuat banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi selama masa kehilangannya, sekaligus mengingatkan publik pada sosok yang sempat aktif di dunia hiburan dan media sosial beberapa tahun sebelumnya.

Profil Aron Ashab

Aron Ashab (Instagram.com/aronashab)

 

Lahir di Jakarta pada 15 Agustus 1993, Aron Ashab merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan dr. Gatami Ashab, Sp.A, dan Secha Hanny. Ia memiliki kakak perempuan Amalia Gamyla Ashab (dikenal sebagai Gamyla Barbie, mantan pembawa acara) serta dua kakak laki-laki, dr. Mohammad Haekal Ashab, Sp.OG, dan Habibie Ashab.

Pendidikan formalnya menempuh SD Al-Azhar Kelapa Gading, SMP Labschool Jakarta, SMA Negeri 8 Jakarta, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Karier hiburan Aron dimulai sekitar tahun 2013, saat ia berperan sebagai Alex dalam sinetron Monyet Cantik 2 dan sebagai Ivanka dalam filmSlank Nggak Ada Matinya. Ia juga membintangi film-film lain seperti 7 Misi Rahasia Sophie, My Idiot Brother, dan London Love Story.

Di dunia musik, Aron merilis sejumlah single, di antaranya Sesuka Hati (SKAHA), Baper (feat. Clairine Clay), Halalkanmu, dan lainnya. Selain itu, ia aktif sebagai YouTuber dan konten kreator yang dikenal dengan gaya humor serta sering terlibat kontroversi, termasuk pengakuan tentang bullying dari kakak kandungnya selama bertahun-tahun.

Setelah beberapa tahun lebih fokus pada konten digital, aktivitasnya di media sosial sempat meredup hingga akhirnya menghilang total sejak sekitar November 2025.

Kronologi Aron Ashab Mengaku Diculik dan Dipenjara

Dalam unggahan panjang di Instagram pada 14 Oktober 2026, Aron secara terbuka menceritakan pengalaman yang disebutnya sebagai masa paling gelap dalam hidupnya. Ia mengaku diculik oleh seorang oknum dengan bantuan preman-preman yang ia juluki “preman kampretos” dan “preman penunggang agama”.

Menurutnya, ia ditangkap dengan kekerasan, dikurung, disiksa, dipukuli, dan dipaksa melakukan berbagai hal tanpa alasan yang jelas. Aron menekankan bahwa ini adalah “penculikan bayaran” dan pelaku merasa berada di atas hukum.

Ia mengaku berhasil kabur dengan tipu daya pada malam minggu, lalu dibantu warga setempat untuk melarikan diri. Perjalanan pulangnya ke Jakarta melibatkan naik bus antar kota, motor sambung-menyambung, dan tumpangan mobil dari orang-orang yang percaya ceritanya.

Aron juga mengklaim memiliki bukti foto dan video kondisi pengurungannya sebelum berhasil melarikan diri. Pengakuan ini disampaikan dengan nada marah dan tantangan terbuka kepada pihak yang diduga terlibat, sambil menegaskan bahwa ia sudah kembali dan siap menghadapi mereka.

Reaksi publik terhadap pengakuan Aron Ashab cukup beragam, mulai dari rasa kaget, empati, hingga sikap skeptis yang meminta klarifikasi lebih lanjut atau bukti konkret. Namun, Aron sendiri menyatakan tidak akan tinggal diam. Ia mengaku sudah berkonsultasi dengan tiga kuasa hukum dan berencana membawa kasus penculikan serta penyiksaan ini ke jalur hukum.

Dalam pernyataannya, ia memperingatkan bahwa segala kezaliman akan berbalik dan ia sama sekali tidak takut. Pengalaman dikurung dan dibungkam selama berbulan-bulan, menurutnya, terasa sangat menyakitkan dan traumatis.

Kini, setelah kembali ke Jakarta, Aron tampak bertekad untuk bangkit kembali dan mungkin kembali aktif berkarya. Apakah pengakuan Aron akan berlanjut ke proses hukum yang transparan masih perlu ditunggu, tetapi satu hal yang pasti, nama Aron Ashab kembali menjadi sorotan besar di ruang publik Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com