- Atlet golf Jesslyn Wijaya Lay diduga mengalami depresi akibat tekanan keluarga selama berada di rumah.
- Calon suami korban menyatakan Jesslyn sempat melakukan tiga kali percobaan bunuh diri karena pembatasan komunikasi.
- Evan mengadu ke Komnas Perempuan untuk menindaklanjuti dugaan penculikan dan perampasan kemerdekaan individu yang terjadi.
Suara.com - Atlet golf yang menjadi korban dugaan penculikan pada 13 Juli 2026, Jesslyn Wijaya Lay, diduga sempat mengalami depresi selama tinggal bersama keluarganya. Peristiwa itu disebut menjadi pemantik bagi Jesslyn untuk memutuskan angkat kaki dari rumah.
Calon suami Jesslyn, Evan, mengatakan perempuan itu sempat mengalami depresi akibat tekanan dari keluarganya. Bahkan, Jesslyn disebut pernah melakukan tiga kali percobaan bunuh diri.
Kejadian itu, lanjut Evan, terjadi dalam kurun waktu April hingga Oktober 2025. Saat itu, pihak keluarga membatasi Jesslyn untuk berhubungan dengan dunia luar dengan menyita seluruh alat komunikasi yang ia miliki.
"Intinya Jesslyn selama 6 bulan lebih di rumah tidak bisa ngapa-ngapain kecuali baca buku dan nonton TV, sehingga dia depresi sekali dan sudah 3 kali melakukan percobaan bunuh diri karena sudah tidak kuat," kata Evan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Saat itu, lanjut Evan, Jesslyn juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta untuk mendapatkan penanganan.
"Saya sendiri yang mengantar Jesslyn ke PPA DKI Jakarta yang di Cakung kemudian bertemu psikolog di sana, sudah berkonsultasi dengan psikolog," ungkapnya.
Evan menuturkan hal itulah yang membuat Jesslyn memutuskan untuk minggat dari rumah dan menjalani hidup sendiri.
Saat ini, Jesslyn masih belum dapat dihubungi usai peristiwa dugaan penculikan yang dialaminya pada 13 Juli 2026.
Oleh sebab itu, Evan mengajukan aduan ke Komnas Perempuan untuk menindaklanjuti dugaan penculikan yang diduga mengandung unsur perampasan kemerdekaan individu.
Baca Juga: Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih
"Saya hanya memperjuangkan hak asasi manusia atas Jesslyn dan hak Jesslyn sebagai perempuan dewasa yang sudah berumur 32 tahun untuk bisa menentukan pilihannya sendiri, menentukan hidupnya sendiri, mandiri, tanpa ada ancaman atau intimidasi dari pihak manapun. Jadi Jesslyn ini bisa hidup seperti layaknya manusia normal, manusia dewasa hidup di negara Indonesia ini," pungkas Evan.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Bukan Cuma Latihan, 6 Kebiasaan Sederhana Ini Jadi Rahasia Performa Atlet Profesional
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Atlet Golf Perempuan Jesslyn Wijaya Diduga Jadi Korban Penculikan di Restoran Jakarta
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?
-
Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif
-
Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual
-
Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri
-
Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
-
Sampah Bandung Disulap Jadi Hidrogen, Pertamina Siapkan Model Energi Masa Depan Indonesia
-
Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi
-
Rupiah Menguat Meski Tertahan di Level Rp18.000, Terkuat Kedua di Asia Tenggara
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN
-
Tangis Bocah Berujung Viral, Ayah Terduga Pelaku Penganiayaan di Cimahi Ditangkap