- Polisi memburu wanita terduga pelaku penculikan dua anak perempuan di Tegal Alur pada Rabu, 30 September 2026.
- Pelaku merampas kalung emas korban serta melarikan diri ke arah wilayah Tangerang Kota berdasarkan rekaman CCTV.
- Kedua korban ditemukan selamat di lokasi berbeda pada hari kejadian dan telah berkumpul kembali bersama keluarga.
Suara.com - Polisi memburu seorang wanita terduga pelaku penculikan dan perampasan kalung emas milik dua anak kakak beradik di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar).
Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan pihaknya telah menyisir sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mencari keberadaan pelaku.
"Iya, sementara begitu (pelaku diduga seorang wanita dewasa). Itu dari CCTV. Kita sudah beberapa kali ikuti beberapa rekaman CCTV di lokasi," kata Rihold melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Terbaru, kata dia, pelaku terlihat bergerak ke arah Tangerang Kota.
"Dari CCTV yang kita ikuti berapa kali ini, (pelaku) udah sampai ke arah ke daerah Tangerang Kota," ujar Rihold sebagaimana dilansir Antara.
Selain CCTV, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait insiden penculikan dan perampasan kalung emas yang menimpa dua bocah perempuan itu.
Sebelumnya, peristiwa penculikan dan perampasan yang menimpa dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, berawal saat kedua korban hendak berangkat les ke rumah tante mereka pada Rabu (30/9) sore.
Ibu korban, Juli (45), menceritakan peristiwa itu berawal sekitar pukul 15.15 WIB, saat kedua putrinya hendak berangkat menuju rumah sang tante untuk mengikuti kegiatan les, dengan mengendarai sepeda masing-masing.
"Biasanya, perjalanan cuma lima menit. Tapi setelah setengah jam ditunggu tantenya, anak-anak belum sampai juga," ujar Juli di Jakarta, Jumat (2/10).
Keluarga yang merasa curiga langsung berupaya melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilalui. Keberadaan sepeda milik kedua anak tersebut ditemukan tergeletak di gang belakang rumah sang tante.
Pihak keluarga bersama warga, RT, RW, hingga Lembaga Musyawarah Desa (LMD) setempat kemudian bahu-membahu menyisir keberadaan korban.
"Pertama, keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share, saling share kemana-mana, tapi belum lapor ke polisi," ungkap Juli.
"Saat itu, sudah tahu, nih, kayaknya hilang, karena sepedanya, posisi, terletak di belakang," sambung dia.
Sekitar pukul 17.50 WIB, anak pertama, KI, ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, korban dalam keadaan syok, linglung, serta sempat menolak diberi minum oleh warga.
"Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya, adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar," tutur Juli.