-
Arti mimpi naik haji disebut berkaitan erat dengan keberkahan dan keimanan.
-
Melihat Ka'bah atau Hajar Aswad menandakan kesempatan berbuat baik.
-
Mimpi ibadah haji juga dipercaya membawa isyarat rezeki dan kesembuhan.
Suara.com - Arti mimpi naik haji menurut Islam kerap membuat penasaran, terutama bagi umat Muslim yang mendambakan kesempatan beribadah ke Tanah Suci.
Sebagai rukun Islam kelima, ibadah haji merupakan kewajiban bagi Muslim yang memenuhi syarat kemampuan, baik secara fisik maupun finansial. Tidak sedikit orang yang telah mendaftar haji harus menunggu bertahun-tahun sebelum memperoleh kesempatan berangkat.
Keinginan kuat untuk mengunjungi Makkah dan Madinah pun terkadang terbawa hingga ke alam mimpi. Mimpinya pun beragam mulai dari melihat Ka'bah, menyentuh Hajar Aswad, hingga ikut melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Dalam penafsiran mimpi yang dikenal dalam tradisi Islam, pengalaman tersebut kerap dikaitkan dengan pertanda kebaikan. Namun, mimpi tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan.
Untuk yang ingin tahu makna di baliknya, berikut lima arti mimpi naik haji menurut Islam seperti yang dirangkum dari NU Online dan BPKH.
1. Mimpi Melihat Ka'bah - Pertanda Kebaikan
Ka'bah merupakan kiblat umat Islam sekaligus pusat ibadah haji yang berada Masjidil Haram, Makkah.
Dalam penafsiran mimpi yang beredar dalam tradisi Islam, melihat Ka'bah sering dikaitkan dengan perbuatan baik atau kesempatan melakukan kebaikan yang bernilai besar.
Mimpi ini juga dapat menjadi pengingat untuk memperbaiki ibadah, memperkuat keimanan, serta menjaga hubungan dengan sesama.
2. Mimpi Melihat Hajar Aswad - Pertanda Berangkat Haji
Hajar Aswad merupakan batu yang berada di salah satu sudut Ka'bah dan menjadi bagian penting dalam rangkaian tawaf.
Menurut penafsiran, mimpi melihat Hajar Aswad dipercaya sebagai isyarat kesempatan menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, mimpi mencium atau memegang Hajar Aswad dikaitkan dengan mengikuti imam atau tokoh agama dari Makkah dan Madinah.
3. Mimpi Berada di Arafah - Isyarat Perdamaian
Syekh Muhammad Ibnu Sirin menjelaskan bahwa mimpi seolah-olah berada di Padang Arafah dapat dimaknai sebagai pertanda akan bersilaturahmi dengan kerabat dan berdamai dengan pihak yang sebelumnya berselisih.