Infrastruktur Berkembang, Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Lokasi Rumah?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:31 WIB
Ilustrasi perumahan. (Unsplash.com/ Breno Assis)
BACA 10 DETIK
  • JLL Indonesia menyatakan pertumbuhan sektor real estat nasional dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur, diversifikasi industri, dan kebijakan pemerintah.
  • Kawasan Batang, Kendal, dan Semarang di Jawa Tengah menjadi wilayah strategis baru karena perkembangan industri manufaktur serta infrastruktur.
  • Konsultan properti menyarankan pembeli rumah mempertimbangkan akses transportasi, fasilitas sekitar, dan legalitas sebelum memilih lokasi hunian.

Suara.com - Memilih rumah tidak hanya soal harga dan luas bangunan. Akses transportasi, kedekatan dengan tempat kerja, serta perkembangan fasilitas di sekitar kawasan juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan lokasi hunian.

Seiring berkembangnya infrastruktur dan pusat-pusat ekonomi baru di Indonesia, pilihan lokasi properti pun semakin beragam. Kawasan di luar pusat kota yang sebelumnya belum menjadi perhatian utama kini turut masuk dalam peta perkembangan sektor properti.

Perusahaan konsultan properti global JLL menilai, pertumbuhan pasar real estat Indonesia semakin dipengaruhi oleh perubahan pola aktivitas ekonomi, diversifikasi industri, pembangunan infrastruktur, serta kebijakan pemerintah.

Jakarta memang masih menjadi pusat bisnis dan ekonomi nasional. Namun, dalam jangka menengah, peluang pertumbuhan juga muncul di berbagai wilayah lain seiring berkembangnya kawasan industri dan konektivitas antardaerah.

Country Head JLL Indonesia Farazia Basarah mengatakan, perkembangan sektor real estat kini tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan pasar, tetapi juga oleh perubahan aktivitas ekonomi di berbagai sektor dan wilayah.

“Jakarta tetap menjadi pusat ekonomi utama Indonesia, namun dalam jangka menengah, peluang yang semakin menarik justru terletak pada bagaimana regulasi pemerintah, pembangunan infrastruktur dan investasi membantu membangun ekosistem ekonomi baru di berbagai wilayah lain di negara ini,” ujar Farazia.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Jawa Tengah, khususnya Batang, Kendal, dan Semarang. Ketiga wilayah tersebut dinilai strategis seiring dukungan infrastruktur dan perkembangan industri manufaktur.

Berkembangnya pusat-pusat kegiatan ekonomi berpotensi mengubah pola mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kawasan di sekitarnya. Meski demikian, pertumbuhan industri tidak otomatis membuat suatu wilayah menjadi lokasi hunian yang ideal.

Bagi masyarakat yang sedang mencari rumah, akses menuju tempat kerja, ketersediaan transportasi, fasilitas kesehatan, sekolah, serta kebutuhan sehari-hari tetap perlu menjadi pertimbangan. Waktu tempuh dan biaya transportasi juga penting diperhitungkan agar harga rumah yang lebih terjangkau tidak berujung pada pengeluaran perjalanan yang lebih besar.

Selain itu, rencana pembangunan infrastruktur perlu dibedakan dari fasilitas yang sudah beroperasi. Calon pembeli rumah sebaiknya memeriksa kondisi akses saat ini, legalitas properti, serta perkembangan fasilitas di sekitar lokasi sebelum mengambil keputusan.

JLL juga melihat konektivitas dengan koridor ekonomi dan jaringan infrastruktur akan terus memengaruhi dinamika pasar properti Indonesia. Dengan semakin beragamnya pusat pertumbuhan ekonomi, pemilihan lokasi hunian menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan, selain harga dan kondisi bangunan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com