- AstraZeneca Indonesia meraih sertifikasi Best Place to Work 2026 untuk kelima kalinya secara berturut-turut dengan perolehan skor sebesar 85 persen.
- Penghargaan tersebut didasarkan pada penilaian langsung dari karyawan yang menilai positif budaya kerja, pengembangan karier, dan kesejahteraan mereka.
- Presiden Direktur Esra Erkomay menyatakan pencapaian ini menjadi pengingat untuk terus mendengarkan masukan guna meningkatkan pengalaman kerja karyawan.
Suara.com - Lingkungan kerja yang positif tidak hanya ditentukan oleh fasilitas kantor, tetapi juga budaya perusahaan, kesempatan mengembangkan karier, hingga perhatian terhadap kesejahteraan karyawan.
Tempat kerja yang mendukung karyawan untuk berkembang dan berkolaborasi dapat membantu menciptakan pengalaman kerja yang lebih baik. Hal ini pula yang tercermin dari penilaian Best Places to Work 2026 terhadap AstraZeneca Indonesia.
Perusahaan biofarmasi tersebut kembali meraih sertifikasi Best Place to Work untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Pada penilaian tahun ini, AstraZeneca Indonesia memperoleh skor 85 persen, sementara 94 persen karyawannya menempatkan perusahaan sebagai salah satu tempat kerja idaman.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari budaya kerja yang dibangun bersama karyawan. Masukan dari karyawan juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengalaman kerja di perusahaan.
“Yang membuat penghargaan ini istimewa adalah karena penilaiannya datang langsung dari suara karyawan kami sendiri. Masukan mereka membantu kami memahami apa yang sudah berjalan baik, dan di sisi mana kami masih bisa berbenah,” kata Esra.
Dalam penilaian tahun ini, beberapa aspek yang menjadi kekuatan perusahaan meliputi tujuan dan kebanggaan dalam bekerja, budaya perusahaan, pengembangan diri dan karier, serta lingkungan kerja dan kesejahteraan karyawan.
Pengembangan karier menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Perusahaan menyediakan pelatihan kepemimpinan, program coaching dan mentoring, serta kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan baru. Peluang memperluas pengalaman kerja, termasuk melalui penugasan di dalam maupun luar negeri, juga menjadi bagian dari upaya pengembangan karyawan.
Selain pengembangan profesional, kesejahteraan karyawan turut menjadi perhatian. Pengaturan kerja fleksibel dan program kesehatan fisik maupun mental diterapkan untuk mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Sejak pertama kali memperoleh sertifikasi Best Place to Work pada 2022, skor AstraZeneca Indonesia tercatat stabil di kisaran 83–86 persen. Pada 2026, perusahaan membukukan skor 85 persen.
Esra mengatakan, perusahaan akan terus mendengarkan masukan karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang menghargai perbedaan serta mendukung kolaborasi.
“Bagi kami, sertifikasi ini bukan garis finis, melainkan pengingat untuk terus mendengarkan, belajar, dan menghadirkan tempat kerja di mana setiap karyawan bisa tumbuh dan berkontribusi,” ujarnya.
Upaya membangun lingkungan kerja yang positif diharapkan tidak hanya membuat karyawan merasa dihargai, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi secara optimal.