Kebiasaan Traveling Gen Z Berubah, Kemudahan Booking Jadi Pertimbangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:50 WIB
Ilustrasi traveling. [Envanto]
BACA 10 DETIK
  • Laporan PATA dan Euromonitor September 2026 mencatat 25 persen Gen Z Asia Pasifik memprioritaskan anggaran perjalanan.
  • Bank Indonesia melaporkan volume transaksi digital Indonesia tumbuh 40,36 persen secara tahunan pada Agustus 2026.
  • Airpaz menyediakan ratusan ribu rute serta berbagai metode pembayaran digital untuk memudahkan pemesanan perjalanan.

Suara.com - Cara generasi muda, merencanakan perjalanan ikut berubah seiring semakin dekatnya teknologi dengan kehidupan sehari-hari. 

Bagi Gen Z, traveling bukan hanya soal menentukan destinasi, tetapi juga bagaimana perjalanan tersebut bisa direncanakan dengan praktis, sesuai anggaran, dan tidak menyulitkan sejak proses booking hingga perjalanan selesai.

Laporan Tourism in Focus September 2026 dari Pacific Asia Travel Association (PATA) bersama Euromonitor International menunjukkan, 25 persen wisatawan Gen Z di Asia Pasifik menempatkan value for money sebagai pertimbangan utama dalam melakukan perjalanan. 

Generasi ini juga disebut telah mewakili hampir seperempat dari total belanja di sektor perjalanan. Artinya, pertimbangan harga tetap menjadi bagian penting. 

Namun, bagi wisatawan muda yang terbiasa melakukan berbagai transaksi secara digital, kemudahan dalam proses perjalanan juga menjadi perhatian.

Mulai dari membandingkan harga tiket, melihat pilihan rute dan jadwal, hingga menyelesaikan pembayaran, seluruh tahapan tersebut kini menjadi bagian dari pengalaman traveling.

Perubahan ini sejalan dengan semakin tingginya penggunaan pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36 persen secara tahunan. 

Transaksi melalui mobile banking bahkan tumbuh 47,08 persen, sedangkan transaksi QRIS meningkat 67,22 persen. Kebiasaan tersebut secara tidak langsung ikut membentuk ekspektasi ketika seseorang melakukan booking perjalanan. 

Metode pembayaran yang sudah familiar dalam keseharian dianggap dapat membuat proses pemesanan terasa lebih sederhana. Hal itu turut diperhatikan Airpaz, platform pemesanan perjalanan yang telah berdiri sejak 2011.

Platform tersebut mendukung lebih dari 100 metode pembayaran, 61 mata uang, dan 38 bahasa di berbagai pasar. Untuk pengguna di Indonesia, pilihan pembayaran yang tersedia antara lain QRIS, BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, serta sejumlah metode pembayaran digital lainnya.

“Setiap pasar memiliki kebiasaan pembayaran yang berbeda, meskipun tujuan perjalanan yang dicari bisa saja sama,” ujar Wesley Wijaya, Chief of Partnership Airpaz.

Menurut Wesley, menyediakan metode pembayaran yang familiar dapat membantu membuat tahap akhir booking terasa lebih sederhana karena pengguna sudah terbiasa menggunakannya dalam transaksi sehari-hari.

“Kenyamanan bukan hanya soal membandingkan harga tiket,” tambah Wesley. “Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sebuah platform mendukung pengguna sepanjang proses booking, mulai dari melihat pilihan rute dan jadwal hingga menyelesaikan transaksi dengan cara yang sudah familiar di kehidupan sehari-hari.”

Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan karena pilihan perjalanan yang tersedia juga semakin beragam. Airpaz menyediakan akses ke lebih dari 450 maskapai dan 600.000 rute penerbangan di berbagai negara, termasuk rute domestik dan regional seperti Jakarta–Bali, Lombok–Bali, hingga Jakarta–Kuala Lumpur.

Bagi Gen Z yang gemar mencari pilihan perjalanan sesuai bujet, banyaknya opsi dapat memberikan ruang untuk menyesuaikan rencana dengan kebutuhan masing-masing. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com