- Mengeringkan rambut secara alami dan memakai hair dryer memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.
- Pemilihan metode pengeringan perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan rambut setelah keramas.
- Lalu, mana yang lebih baik antara mengeringkan rambut menggunakan hair dryer atau secara alami?
Suara.com - Mengeringkan rambut setelah keramas merupakan bagian dari rutinitas perawatan rambut yang sering kali dianggap sepele.
Sebagian orang memilih membiarkan rambut kering dengan sendirinya, sedangkan yang lain mengandalkan hair dryer agar lebih praktis dan hemat waktu.
Kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan, terutama jika kamu ingin menjaga kesehatan rambut.
Lantas, mengeringkan rambut secara alami atau memakai hair dryer, mana yang lebih baik? Simak perbandingan keduanya serta cara menggunakan hair dryer yang benar agar rambut tetap terawat.
Mengeringkan Rambut Secara Alami vs Pakai Hair Dryer
Melansir Vogue Scandinavia, penata rambut Cim Mahony menjelaskan bahwa anggapan mengeringkan rambut secara alami selalu lebih sehat merupakan mitos.
Menurutnya, mengeringkan rambut menggunakan hair dryer secara benar dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Hal ini berkaitan dengan kondisi rambut saat basah.
"Mengeringkan rambut secara perlahan menggunakan alat pengering yang tepat dengan pengaturan suhu dan kecepatan terendah hingga 90 persen kering, justru lebih baik bagi rambut dibandingkan membiarkannya kering sendiri," tutur Cim Mahony, dilansir pada Senin, 26 Oktober 2026.
Rambut dapat menyerap air hingga sekitar 30 persen dari beratnya sehingga helai rambut membengkak, menjadi lebih lemah, dan lebih rentan mengalami kerusakan.
Dalam kondisi tersebut, rambut juga kehilangan sebagian elastisitasnya sehingga lebih mudah patah jika ditarik atau disisir secara kasar.
"Saat basah, rambut akan meregang karena air memberikan tekanan pada ikatan-ikatan tersebut, termasuk ikatan keratin yang lebih kuat," imbuh Cim Mahony.
"Selain itu, rambut kehilangan elastisitasnya saat basah, sehingga lebih rentan patah atau tercabut hingga ke akarnya. Oleh karena itu, sebaiknya jangan biarkan rambut dalam kondisi basah lebih lama dari yang diperlukan," tandasnya.
Penelitian dari Yonsei University di Korea Selatan juga pernah membandingkan pengeringan rambut secara alami dan menggunakan panas.
Hasilnya, ditemukan bahwa bagian membran sel rambut mengalami kerusakan pada kelompok yang mengeringkan rambut secara alami. Kondisi ini dikaitkan dengan durasi kontak rambut dengan air yang lebih lama.
Meski demikian, bukan berarti mengeringkan rambut secara alami selalu buruk atau penggunaan hair dryer pasti lebih unggul dalam segala kondisi.
Mengeringkan rambut tanpa alat dapat menghindarkan helai rambut dari kerusakan akibat panas, tetapi rambut yang dibiarkan terlalu lama dalam keadaan basah juga perlu diperhatikan.