- Festival Harmoni Obi 2026 di Halmahera Selatan pada 24-25 Oktober 2026 dihadiri seribu warga.
- Sepuluh UMKM lokal berhasil memasarkan berbagai produk kuliner dan jajanan khas daerah Maluku Utara.
- Obi Fishing Tournament sukses menarik dua ratus tujuh puluh peserta dari berbagai desa sekitar.
Suara.com - Pertunjukan tari tradisional, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kompetisi memancing mewarnai Festival Harmoni Obi 2026 di Kawasan Komersial Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada 24-25 Oktober 2026.
Lebih dari seribu warga dan karyawan Harita Nickel menghadiri festival yang melibatkan masyarakat Desa Kawasi dan Soligi tersebut. Warga tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga berpartisipasi dalam pertunjukan seni budaya, memamerkan produk usaha lokal, hingga mengikuti kegiatan memasak dan makan bersama.
Di atas panggung, pemuda-pemudi Kawasi dan Soligi tampil bersama karyawan Harita Nickel. Dua kelompok tari lokal dan paduan suara anak-anak turut memeriahkan acara. Sanggar Masigero, yang beranggotakan karyawan Harita Nickel, juga membawakan tari tradisional.
Suasana festival semakin meriah dengan penampilan Rama Arief, artis asal Maluku Utara, serta band yang beranggotakan karyawan perusahaan.
Selain pertunjukan seni, festival menjadi ruang bagi pelaku UMKM setempat untuk memperkenalkan produk mereka. Sebanyak 10 UMKM menawarkan beragam kuliner dan jajanan khas Obi serta Maluku Utara.
Mama-mama pelaku usaha turut memasarkan produk, seperti Obi Snack dan olahan buah pala. Sejumlah produk bahkan habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.
Sekretaris Desa Kawasi, Frans Datang, mengatakan festival menjadi kesempatan bagi warga untuk menampilkan budaya sekaligus memperkenalkan potensi usaha lokal.
Diikuti Lebih dari 270 Peserta Lomba Memancing
Salah satu agenda yang menarik perhatian warga adalah Obi Fishing Tournament. Kompetisi memancing ini diikuti lebih dari 270 peserta, mayoritas nelayan dari Desa Kawasi, Soligi, dan desa-desa sekitar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti 135 peserta.
Panitia bersama Asosiasi Pemancing Republik Indonesia menilai hasil tangkapan berdasarkan jenis dan bobot ikan. Peserta mendapatkan beragam ikan, mulai dari kakap merah, kerapu, tuna, hingga baubara atau giant trevally.
Area kompetisi dibatasi di perairan depan kawasan. Jenis tangkapan juga dibatasi pada ikan yang lazim dikonsumsi atau diperdagangkan, sedangkan ikan yang dilindungi tidak boleh ditangkap.
Rangkaian festival kemudian ditutup dengan kegiatan memasak dan makan bersama. Puluhan Mama-mama bersama juara MasterChef Indonesia musim ke-13, Stephanie Meyerson, mengolah hasil tangkapan menjadi sejumlah hidangan, termasuk ikan asam pedas dan sate lilit ikan.
VP Environmental Marine Harita Nickel Windy Prayogo, mengatakan, “Bagi kami, Pulau Obi bukan hanya tempat beroperasinya perusahaan, tetapi juga rumah bagi masyarakat dengan budaya, potensi, dan kebersamaan yang perlu terus dijaga.”
Festival Harmoni Obi 2026 menjadi cara Harita Nickel dan masyarakat setempat memperkenalkan potensi laut, budaya, serta usaha lokal Pulau Obi kepada khalayak yang lebih luas.