Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB
Soekarno Hall (dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Pengelola kompleks makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan meresmikan Soekarno Hall pada 4 September 2026.
  • Ruang memorial tersebut menyimpan dokumentasi sejarah perjalanan Presiden Soekarno yang berjasa mendorong pemugaran makam.
  • Kunjungan ke area terbatas itu memberikan pengalaman ziarah religi yang istimewa bagi wisatawan asal Indonesia.

Kesederhanaan itu menghadirkan suasana yang tenang dan khusyuk. Di tengah perjalanan wisata, momen berziarah seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk sejenak memperlambat langkah, berdoa, sekaligus mengingat kembali sosok yang memiliki kontribusi besar bagi perkembangan ilmu hadis.

Imam Al Bukhari dikenal sebagai penyusun Shahih al-Bukhari, salah satu kitab hadis yang menjadi rujukan utama umat Islam, khususnya dalam tradisi Sunni. Karya tersebut membuat namanya dikenal luas oleh umat Islam di berbagai belahan dunia.

Dalam kunjungan tersebut, salah satu perwakilan Indonesia di kompleks makam juga menceritakan kisah masa kecil Imam Al Bukhari, termasuk gangguan penglihatan yang dialaminya dan doa sang ibu untuk kesembuhannya.

Kisah tersebut menambah dimensi personal dalam pengalaman ziarah. Di balik sosok ulama besar yang namanya dikenal lintas generasi, ada pula cerita tentang keluarga, doa, dan perjalanan hidup yang mengiringi masa kecilnya.

Melihat Nama Bung Karno Diabadikan di Uzbekistan

Setelah berziarah, rombongan melanjutkan kunjungan dengan berkeliling Soekarno Hall. Di dalam ruang memorial tersebut, berbagai dokumentasi sejarah memperlihatkan jejak perjalanan Bung Karno di Uzbekistan.

Bagi wisatawan Indonesia, melihat nama presiden pertama Republik Indonesia diabadikan di negeri orang tentu menghadirkan kebanggaan tersendiri. Terlebih, ruang memorial itu berada di kompleks makam seorang ulama besar yang dihormati umat Islam.

Pengalaman tersebut mempertemukan dua sisi perjalanan sekaligus: mengenal sejarah keislaman dan menelusuri jejak diplomasi Indonesia di masa lalu.

Baim (25), salah satu peserta perjalanan bersama FAO Tour, mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan pengalaman tersebut. Ia awalnya mengikuti perjalanan untuk menjelajahi sejumlah destinasi di Eropa Timur.

“Jujur saya pertama kali ikutan open-trip bersama FAO Tour. Awalnya saya hanya ingin traveling ke berbagai tempat wisata negara-negara Eropa Timur. Namun, bisa berkunjung ke kompleks makam Imam Al Bukhari, terlebih area inti Soekarno Hall, sungguh pengalaman yang tiada duanya!” ujar Baim.

Kunjungan ke kompleks makam Imam Al Bukhari akhirnya menjadi pengalaman yang lebih dari sekadar singgah di destinasi wisata. Ada kesempatan untuk mengenal tokoh penting dalam sejarah Islam, merasakan suasana ziarah yang tenang, sekaligus menemukan jejak sejarah bangsa sendiri di negara lain.

Bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan, Soekarno Hall bisa menjadi salah satu tempat untuk melihat perjalanan sejarah dari sudut pandang berbeda. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com