- Stevia hampir tidak mengandung kalori, sedangkan gula biasa menyumbang energi bagi tubuh.
- Stevia memiliki indeks glikemik rendah, sehingga pengaruhnya terhadap kadar gula darah lebih kecil.
- Periksa komposisi pemanis sebelum membeli karena produk stevia belum tentu mengandung stevia murni.
Tingkat Kemanisan
Stevia dapat terasa sekitar 200–300 kali lebih manis daripada gula pasir, tergantung jenis senyawanya.
Oleh karena itu, penggunaannya biasanya hanya memerlukan jumlah sedikit. Gula pasir membutuhkan takaran lebih banyak untuk menghasilkan tingkat kemanisan serupa.
Indeks Glikemik
Menyadur dari Healthline, gula pasir memiliki indeks glikemik sekitar 65, dengan angka 100 menunjukkan indeks glikemik tertinggi yang dapat menyebabkan kenaikan gula darah paling cepat.
Sementara itu, stevia murni memiliki indeks glikemik 0 karena tidak mengandung komponen yang meningkatkan gula darah secara langsung.
Gula, termasuk sukrosa (gula pasir) dan sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup atau HFCS), dikaitkan dengan peradangan, obesitas, serta risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Pengaruh terhadap Gula Darah
Stevia murni tidak memberikan efek yang sama seperti gula, tetapi pengaruh produk pemanis campuran bergantung pada komposisinya.
Gula pasir dapat meningkatkan kadar gula darah karena mengandung karbohidrat yang dicerna tubuh.
Stevia dan gula biasa berbeda dari sumber, kalori, hingga pengaruhnya terhadap gula darah. Pilih produk berdasarkan komposisi yang jelas, bukan hanya klaim rendah kalori atau berbahan alami.
Penderita diabetes tetap perlu memeriksa label dan mengikuti saran tenaga kesehatan.