- Sejumlah UMKM batal berpartisipasi dalam acara Rans Carnival Jogja 2026
- Pembatalan tersebut dilakukan menyusul dinamika situasi terkini.
- Warganet memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM yang mengambil sikap tegas.
Suara.com - Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batal berjualan di Rans Carnaval Jogja yang sedianya digelar dia rea parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober–1 November 2026.
Keputusan ini dilakukan menyusul seruan boikot yang menggema dan dinamika situasi terkini yang terjadi di sekitar.
Rans Carnival sendiri merupakan acara hiburan dan festival ekonomi kreatif yang diiniasi oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, pemilik RANS Entertainment.
Namun, jelang bergulirnya acara, muncul gelombang pengunduran diri dari musisi, penampil, kreator konten dan pelaku UMKM yang semestinya berpatisipasi.
Hal ini ramai diperbincangkan di media sosial, tak sedikit pelaku UMKM yang mencurahkan hati terkait keputusan mereka mundur dari Rans Carnival Jogja.
Beberapa bahkan rela membongkar stan yang suda berdiri di lokasi dan menarik dagangannya dari acara yang sudah disiapkan dalam jumlah besar.
"Di situasi dan kondisi saat ini, kami memutuskan untuk mundur dan cancel acara Rans yang berlokasi di Maguwo," tulis cuan kingg.
Kendati harus menelan pahitnya pembatalan, mereka tetap menaruh optimisme tinggi akan rezeki di tempat lain.
"Awalnya ini cukup berat, sebagai UMKM pendatang baru di Jogja... Tapi kami percaya, rezeki akan selalu datang dari mana saja untuk yang lebih baik. Semangat tenant dan para UMKM," tambahnya.
Kerugian akibat bahan baku yang terlanjur diproduksi juga dirasakan oleh tenant lain. Pengelola akun jeruklokal_maguwoharjo menceritakan proses loading out barang jualannya dengan lapang dada.
"Loading out RANS Carnival. CANCEL join acara. Sudah beli bahan baku banyak tapi bismillah, inshaa Allah ada rejeki di event atau tempat lain. Cukup sekian dan cukup tau aja," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh produsen rotigembonggedhe yang terlanjur memproduksi stok roti dalam jumlah melimpah demi menyambut festival ini.
"Sudah banyak yang kami lakukan untuk mempersiapkan event ini, salah satunya roti yang sudah terlanjur diproduksi dalam jumlah besar. Namun kami percaya bahwa yang tertakar tidak akan tertukar," tutur pengelola.
Warganet Pasang Badan: Aksi Nyata "Rakyat Bantu Rakyat"
Sikap independen para pelaku UMKM Jogja ini mendulang simpati luar biasa dari publik. Warganet di berbagai platform media sosial langsung pasang badan bergerak serentak bahu-membahu menyebarkan aksi "warga bantu warga".