Nama Hindia dipilih karena sesuai dengan letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Adapun nama Hindia sendiri pertama kali diciptakan oleh Herodotus, ahli sejarah asal Yunani.
4. Hindia Belanda tahun 1596
Pada tahun 1596, bangsa Belanda datang ke Hindia hingga menaklukkan wilayah Hindia di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Hindia pun berubah menjadi Hindia Belanda.
Penambahan nama Belanda setelah kata Hindia, sebagai penekanan bahwa Hindia milik kekuasan Belanda.
Pada masa penjajahan tersebut, seluruh orang-orang Eropa menyebut Indonesia dengan sebutan Hindia Belanda. Jika diambil ke dalam bahasa Belanda menjadi Hindia Timur.
5. Insulinde tahun 1860
Pada tahun 1860 seorang penulis terkenal asal Belanda, Eduard Douwes Dekker mengusulkan nama baru. Karena merasa jijik mendengar nama Hindia Belanda yang diberikan Belanda untuk Indonesia.
Hal ini karena Belanda telah melakukan perlakuan buruk terhadap rakyat Indonesia. Sehingga nama Hindia Belanda mendapat stigma negatif di dunia Internasional.
Edward Douwes Dekker pun sering mengkritik perlakuan buruk penjajah Belanda terhadap rakyat Indonesia. Hingga ia mengusulkan nama baru dan mengganti nama Hindia Belanda menjadi Insulinde.
Insulinde sendiri berasal dari kata Insula, dalam bahasa latin memiliki arti kepulauan. Insulinde memiliki arti Kepulauan Hindia.
6. Kepulauan Melayu tahun 1869
Pada tahun 1869, Alfred Russel Wallace yang merupakan penjelajah asal Inggris mempopulerkan sebuah nama baru untuk Insulinde yaitu Kepulauan Melayu. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Malay Archipelago.
Nama Kepulauan Melayu ini diberikan karena memiliki makna pulau melayu yang menguasai lautan. Wilayah tersebut bukan hanya Indonesia, melainkan termasuk juga Malaysia dan Singapura saat itu.
7. To-Indo tahun 1942
Pada tahun 1942, bangsa Indonesia dijajah Jepang. Selama kekuasaan ini nama Indonesia berubah menjadi To-Indo, dalam bahasa Jepang berarti Hindia Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tayang Paruh Kedua, Drakor Father's Home Cooking Resmi Rilis Jajaran Pemain
-
Di HUT ke-80 Muslimat NU, Khofifah Perkuat Barisan 400 Paralegal Demi Keadilan Perempuan & Anak
-
Pemprov Sulsel: Pengadaan Kendaraan Dinas Berbasis Efisiensi Aset
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
-
Bedak Tabur Apa yang Bagus? Ini 7 Pilihan Tahan Lama dan Bikin Glowing
-
Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Review Film Case 137: Drama Prosedural yang Menyentuh Hati dan Akal Sehat