LINIMASA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap Bupati Meranti Muhammad Adil, yang juga merupakan kader PDIP.
Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menunjukkan keseriusan lembaga tersebut dalam memerangi korupsi di Indonesia.
Ketua KPK, Firli Bahuri, menyampaikan bahwa tujuan dari penangkapan tersebut adalah untuk memberikan kesan yang baik di akhir masa jabatannya sebagai pimpinan KPK.
Namun, tindakan KPK ini rupanya mendapat komentar sinis dari Cipta Panca Laksana, seorang kader Partai Demokrat.
Menurutnya, penangkapan terhadap kader PDIP itu bisa diindikasikan sebagai adanya perang di antara partai politik.
Pernyataan Firli Bahuri yang disampaikan di media sosial Twitter ini dinilai sebagai tindakan perang terbuka.
“Ngeri perangnya sudah terbuka,” kata Cipta Panca, dikutip Linimasa dari cuitannya di Twitter, Jumat (7/4/2023).
Banyak pihak yang mendukung tindakan KPK tersebut dan menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah upaya untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
Mereka menilai bahwa tindakan KPK merupakan bentuk keseriusan dalam memerangi korupsi yang telah menggerogoti Indonesia selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Ambyar! Pembagian Amplop Berlogo PDIP di Sumenep Divonis Bukan Pelanggaran Pemilu oleh Bawaslu
Tidak hanya itu, tindakan KPK juga mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.
Warganet di media sosial mengungkapkan kegembiraan mereka atas penangkapan Bupati Meranti dan menilai bahwa KPK harus terus mengusut kasus-kasus korupsi tanpa pandang bulu.
Meskipun terdapat kritik dan komentar sinis dari pihak tertentu, KPK tetap menjalankan tugasnya sebagai lembaga anti korupsi dengan sebaik-baiknya.
Tindakan penangkapan yang dilakukan KPK sebagai tindakan hukum yang sah dan tidak memihak kepada siapapun, sehingga KPK dapat terus memerangi korupsi demi Indonesia yang bersih dari korupsi.
Berita Terkait
-
Ambyar! Pembagian Amplop Berlogo PDIP di Sumenep Divonis Bukan Pelanggaran Pemilu oleh Bawaslu
-
Bupati Meranti Muhammad Adil Ditangkap KPK, Pejabat Lainnya Ikut Terseret
-
CEK FAKTA: Rumah Raffi Ahmad Digeledah KPK, Ditemukan Bukti Ini
-
OTT Massal Kasus Suap Umrah Bupati Muhammad Adil, 25 Orang Termasuk Sekda, Kepala Dinas hingga Ajudan Dicokok KPK
-
Ruang Kerja Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil Disegel KPK
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak
-
2 Gitaris Baru Seringai Belum Personel Tetap, Masih Penjajakan Temukan Chemistry