- Indonesia Anti-Scam Centre bersama sembilan negara melaksanakan Operation FRONTIER+ pada 10 Maret hingga 7 Mei 2026.
- Operasi tersebut berhasil menangkap 3.018 tersangka serta mengungkap 138 ribu kasus penipuan digital bernilai triliunan rupiah.
- Platform kolaborasi internasional ini dibentuk guna memperkuat pertukaran intelijen dan efektivitas penegakan hukum kejahatan finansial global.
Suara.com - Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) bersama sembilan otoritas dari berbagai negara menggelar operasi terpadu pemberantasan penipuan keuangan lintas negara bertajuk Operation FRONTIER+ selama periode 10 Maret hingga 7 Mei 2026.
Operasi pemberantasan penipuan online internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarnegara, dalam menekan kejahatan finansial global yang terus berkembang dan merugikan masyarakat serta sektor keuangan.
Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal, Hudiyanto, mengatakan operasi gabungan tersebut melibatkan otoritas dari Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Maladewa, Thailand, Makau, Brunei, dan Kanada.
Dalam operasi anti-scam lintas negara tersebut, lebih dari 3.200 personel diterjunkan untuk memburu berbagai modus penipuan digital, mulai dari penipuan belanja daring, penipuan pekerjaan, investasi bodong, hingga penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah maupun kerabat dekat.
“Operasi bersama ini digelar untuk memperkuat koordinasi antarotoritas dalam memberantas penipuan lintas negara yang semakin berkembang secara global dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat serta sektor keuangan,” ujar Hudiyanto dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Aparat berhasil menangkap sebanyak 3.018 orang berusia 13 hingga 85 tahun yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan internasional.
Selain itu, sebanyak 7.553 orang lainnya masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas terkait.
Operation FRONTIER+ juga berhasil mengungkap lebih dari 138 ribu kasus penipuan dengan total kerugian mencapai sekitar 752 juta dolar AS atau setara Rp13,229 triliun.
Dari operasi itu, aparat turut membekukan sekitar 102 ribu rekening bank yang terindikasi terkait aktivitas penipuan.
Baca Juga: Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi
Tidak hanya itu, petugas juga berhasil mengamankan dana hasil kejahatan lebih dari 161 juta dolar AS atau sekitar Rp2,832 triliun.
Hudiyanto menjelaskan, pembentukan platform kolaborasi lintas negara FRONTIER+ menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi internasional untuk memerangi penipuan digital global.
Platform tersebut saat ini melibatkan perwakilan anti scam centre dari 14 yurisdiksi, yakni Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, Maladewa, Thailand, Makau, Brunei, Kanada, Australia, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.
Menurut dia, FRONTIER+ berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi dan intelijen secara real-time sekaligus mendukung pelaksanaan operasi gabungan lintas negara secara berkala.
“Ke depan, platform ini akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak negara guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap kejahatan penipuan global,” kata Hudiyanto.
Melalui operasi pemberantasan scam internasional dan penguatan kerja sama global ini, IASC berharap upaya penanganan penipuan online lintas negara dapat semakin efektif dalam melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas sektor keuangan dari ancaman kejahatan digital internasional.
Berita Terkait
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Waspada! Ini Penipuan yang Sering Muncul di Transaksi Digital
-
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
-
460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan
-
Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini