LINIMASA - Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB. Kenaikan terjadi akibat imbal hasil obligasi pemerintah AS karena investor berbeda tentang pendapat Federal Reserve atau bank sentral AS.
Indeks dolar AS naik 0,23 persen menjadi 101,9695 pada akhir perdagangan. Indeks dolar AS mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya.
Sementara euro turun menjadi 1,0952 dolar AS dari 1,0973 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2438 dolar AS dari 1,2429 dolar AS pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 134,7260 yen Jepang, lebih tinggi dari 134,0580 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,8976 franc Swiss dari 0,8970 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3462 dolar Kanada dari 1,3392 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,3451 krona Swedia dari 10,3073 krona Swedia.
Mortgage Bankers Association menyebutkan bahwa untuk pekan yang berakhir 14 April, permohonan kredit kepemilikan rumah (hipotek) AS turun 8,8 persen dari satu minggu sebelumnya. Pembacaan sebelumnya adalah pertumbuhan minggu ke minggu sebesar 5,3 persen.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS terus meningkat karena investor mencerna komentar hawkish pejabat Fed. Tingkat imbal hasil surat utang 2-tahun sempat mencapai 4,3 persen pada Rabu (19/4/2023) sementara tingkat imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun bertahan di atas 3,6 persen.
"Tapi keuntungan dolar adalah penangguhan hukuman sementara," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto, melansir Antara.
"Kami masih berpikir bahwa dalam jangka menengah hingga jangka panjang dolar akan terus berada di bawah tekanan yang cukup besar. Dan itu terkait dengan pandangan kami bahwa Fed mungkin akan menaikkan (suku bunga) sekali lagi dan hanya itu," tambahnya.
Eurostat melaporkan Rabu (19/4/2023) bahwa indeks harmonisasi harga konsumen (HICP) zona euro meningkat 6,9 persen pada Maret secara tahun ke tahun, turun dari pertumbuhan 8,5 persen pada Februari.
Baca Juga: Ditinggal Pacar Saat Hamil Muda, Denise Chariesta Dapat Cibiran dari Warganet: Karma Instan
Hal ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom. Tingkat inflasi tetap tinggi dan jauh di atas target Bank Sentral Eropa sebesar 2,0 persen. Pembacaan sebelumnya direvisi menjadi 12,8 persen dari 12,7 persen. Para ekonom memperkirakan pembacaan 7,0 persen untuk Maret.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Shin Tae-yong Merapat ke Persija, Erick Thohir Ucap Dua Kata Singgung Kualitas
-
Mengapa Anak di Bawah Umur Masih Bisa Masuk Tempat Hiburan Malam di Pontianak?
-
Bupati Tegaskan Karawang Anti Gay, Dedi Mulyadi Dorong Tindakan Nyata di Lapangan
-
5 Fakta Mengapa Persija Memilih Shin Tae yong, Nomor 3 Paling Ditunggu Jakmania
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
-
Kasus Bocah Jasinga Tewas Diserang Anjing, Polisi Tetapkan Pemilik Berinisial Y
-
Sikapi Pesta LGBT Karawang, Dedi Mulyadi Gagas Pembinaan di Barak Militer
-
Apa Itu Jakarta Urban Knowledge Hub? Inisiatif yang Disiapkan untuk Masa Depan Jakarta
-
Biang Kerok Polusi Udara di Tangerang
-
Viral Pesta Gay di Karawang, Polda Jabar Tetapkan 3 Tersangka Terkait Video Cabul