/
Minggu, 28 Mei 2023 | 06:28 WIB
Ilustrasi mata uang kripto atau cryptocurrency. (Unsplash/Traxer)

LINIMASA - Cryptocurrency menjadi istilah yang cukup banyak dicari pengguna internet akhir-akhir ini. Apa itu cryptocurrency menjadi pertanyaan dasar yang dituliskan warganet di kolom pencarian untuk mencari tahu istilah tersebut. 

Lantas, apa sih sebenarnya cryptocurency tersebut? Melansir blockchainmedia.id, cryptokurrency merujuk pada jenis mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi guna menjaga keamanan dan mengatur penciptaan unit-unit baru.

Ada banyak mata uang digital berbasis kriptografi yang kini beredar di pasaran. Di antaranya seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, Cardano, Dogecoin, dan yang lainnya. Kehadiran mata uang digital tersebut perlahan mengubah cara pandang kita terhadap uang, dan sistem pembayaran secara umum.

Definisi

Criptocurrency adalah bentuk mata uang digital yang disandarkan pada penggunaan teknologi kriftografi. Keamanan kriftografi menjadi tolak ukur mata uang digital tersebut dikatakan layak. 

Salah satu keunikan kripto yakni mereka tidak diatur oleh otoritas pusat seperti bank sentral ataupun pemerintah. Sebaliknya, kripto beroperasi menggunakan teknologi desentralisasi yang dikenal dengan nama blockchain

transaksi kripto diatur oleh algoritma matematika rumit yang membuat keamanan kripto terjaga dan proses intergrasi data yang valid.

Sederhananya, saat melakukan transaksi, ada proses tanda tangan digital yang kemudian diverifikasi oleh jaringan cryptocurrency menggunakan kunci publik pengirim.

Jika tanda tangan cocok, transaksi diteruskan ke jaringan untuk divalidasi dan ditambahkan ke blockchain.

Baca Juga: Kebahagiaan Natasha Rizki Bareng Trio Strong dalam Frame Monokrom

Sebagai imbalan atas validasi transaksi dan pemeliharaan blockchain, para peserta jaringan cryptocurrency (biasanya disebut penambang atau miners) diberi hadiah dengan cryptocurrency baru.

Proses ini dikenal sebagai penambangan atau mining. Namun, tidak semua cryptocurrency menggunakan penambangan sebagai mekanisme konsensus. Ada juga mekanisme konsensus seperti Proof-of-Stake (PoS) yang tidak memerlukan penambangan.

Cryptocurrency pertama yang dikenal luas adalah Bitcoin. Mata uang kripto ini diperkenalkan pada tahun 2009 oleh seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Sejak kemunculan Bitcoin, ribuan cryptocurrency lainnya telah dibuat, termasuk Ethereum, Ripple, Litecoin, dan masih banyak lagi.

Cryptocurrency telah mengubah lanskap keuangan global dengan memperkenalkan konsep baru tentang bagaimana uang dapat digunakan dan ditransfer.

Mereka menawarkan berbagai keuntungan, seperti transaksi cepat dan murah, aksesibilitas global, dan potensi pertumbuhan nilai yang tinggi.

Load More