LINIMASA - Telepon yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta terkait keluhan pedagang Pasar Anyar Bahari di Tanjung Priok, Jakarta, telah menjadi sorotan publik belakangan ini.
Banyak kalangan yang mengkritik langkah tersebut, menganggapnya sebagai tindakan yang melampaui kewenangannya. Namun, ada juga yang membela Ganjar, seperti Tsamara Amany, mantan politisi PSI dan pendukung Ganjar Pranowo yang menganggap bahwa telepon tersebut merupakan langkah tepat yang diambil oleh Ganjar.
Dia berpendapat bahwa sebagai seorang pejabat, Ganjar memiliki akses dan koneksi yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat. Meski kontroversial, Tsamara berpendapat bahwa langkah Ganjar layak dipahami dan didukung.
Dalam sebuah cuitan di akun Twitter pribadinya, @TsamaraDKI, Tsamara Amany menjelaskan alasan mengapa dia membela Ganjar Pranowo. Dia menegaskan bahwa Ganjar memiliki keistimewaan berupa akses dan koneksi sebagai seorang pejabat.
Selain itu, Ganjar juga menyadari bahwa Jakarta bukanlah kewenangannya sebagai gubernur Jawa Tengah, oleh karena itu, dia menelepon Pejabat Gubernur DKI Jakarta yang berwenang. Tsamara berpendapat bahwa lebih baik jika akses dan koneksi tersebut digunakan untuk membantu orang lain daripada hanya berdiam diri.
Tsamara juga menyinggung bahwa jika ada kepala daerah lain yang mengajukan keluhan terkait Jawa Tengah kepada Ganjar, Ganjar juga akan senang dan merasa terbantu. Tsamara berpendapat bahwa telepon Ganjar bukanlah hal baru dan seharusnya tidak menjadi berita besar.
"Sebagai seorang pejabat, Pak Ganjar punya privilege berupa akses & koneksi. Beliau juga sadar bahwa Jakarta bukan kewenangannya, maka itu telp Pj Gub DKI yg memang berwenang. Bukannya lebih baik jika akses & koneksi itu dipakai untuk bantu orang lain, dibanding hanya berdiam diri?," tulis Tsamara melalui akun twitternya, @TsamaraDKI dikutip Linimasa Suara.
Namun, tidak semua tanggapan terhadap Tsamara dan pembelaannya terhadap Ganjar Pranowo positif. Warganet yang mengomentari cuitan Tsamara memiliki pendapat yang beragam.
Salah satu di antaranya datang dari Sutan Mangara Harahap melalui akun Twitter @sutanmangara, yang menyebut telepon Ganjar sebagai "ngeles tingkat tiang jemuran" dan menduga bahwa langkah tersebut hanyalah cara Ganjar mencari popularitas menjelang pemilu.
Baca Juga: 209.782 Calhaj Asal Indonesia Bersiap Ikuti Prosesi Puncak Ibadah Haji di Arafah
Sebelumnya, Ganjar Pranowo melakukan sosialisasi bersama relawannya di Pasar Anyar Bahari, Jakarta pada Sabtu (24/6/2023). Selama kegiatan tersebut, Ganjar menelepon Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru, dan Sekda DKI Jakarta, Joko Agus Setyono, untuk menyampaikan sejumlah permasalahan yang dikumpulkan dari pedagang.
Salah satu isu yang dibahas adalah pembayaran retribusi yang dianggap terlalu memberatkan para pedagang. Dalam percakapan telepon tersebut, Ganjar meminta agar retribusi tersebut dapat diringankan.
Tentunya, telepon Ganjar kepada pejabat DKI Jakarta tersebut menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Beberapa warganet mempertanyakan tindakan Ganjar, mengkritiknya sebagai tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang kepala daerah.
Mereka berpendapat bahwa Ganjar seharusnya menggunakan saluran komunikasi yang lebih tepat, seperti pertemuan resmi atau pertukaran pesan secara pribadi, daripada menelepon di tempat umum dan dihadiri oleh wartawan. Kritik tersebut juga mengarah pada dugaan bahwa tindakan Ganjar mungkin hanya untuk mencari popularitas menjelang pemilihan umum.
Namun, di sisi lain, terdapat juga pendapat yang mendukung langkah Ganjar. Tsamara Amany, seorang mantan politisi PSI yang diketahui sebagai pendukung Ganjar Pranowo, berpendapat bahwa telepon tersebut merupakan langkah yang tepat.
Tsamara menyatakan bahwa Ganjar memiliki akses dan koneksi sebagai seorang pejabat, dan dia menggunakan kesempatan tersebut untuk membantu masyarakat. Tsamara juga menyoroti bahwa jika kepala daerah lain menghadapi keluhan terkait wilayahnya, mereka juga akan senang dan merasa terbantu jika Ganjar memberikan respons yang serupa.
Menurutnya, telepon Ganjar seharusnya tidak menjadi berita besar karena hal tersebut bukanlah hal baru dan lebih fokus pada upaya membantu masyarakat.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Anies Baswedan Dapat Dukungan dari Ketua Umum PKB, Benarkah?
-
Sinyal Jokowi Endorse Erick Thohir Dampingi Ganjar di Pilpres 2024 Makin Kuat
-
Isu Anies Baswedan Bakal Jadi Tersangka di KPK, AHY: Jangan Ada Kriminalisasi
-
Semangati Ganjar Maju Nyapres, Presiden Jokowi: Selamat Berjuang untuk Menang
-
Hadiri Perayaan Bulan Bung Karno, Elite PAN, PKB dan Golkar Diketawain Kader PDIP, Begini Ceritanya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim