LINIMASA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa hujan deras yang melanda Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, telah menyebabkan banjir yang berdampak pada ratusan keluarga.
Menurut Sadono Irawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, terdapat 799 keluarga yang tersebar di sembilan dusun di Desa Sitiarjo yang terkena dampak banjir.
"Bencana banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada tanggal 6 hingga 7 Juli 2023. Sungai Penguluran di Desa Tegalrejo meluap dan membanjiri daerah sekitarnya," ungkap Sadono di Malang, Sabtu.
Pada saat ini, meski debit air sudah mulai surut, cuaca di daerah tersebut masih mendung. BPBD terus memantau perkembangan situasi genangan air.
Petugas BPBD dan pihak pemerintah lainnya telah turun tangan membantu membersihkan lingkungan permukiman yang terendam banjir.
Sadono menyatakan bahwa warga yang terdampak banjir saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa bahan pangan, obat-obatan, pakaian, serta perlengkapan bayi dan balita.
"Selain itu, ada kebutuhan mendesak seperti alat kebersihan, alas tidur, selimut, serta bahan dan peralatan untuk membersihkan material akibat banjir," tambahnya.
Selain Desa Sitiarjo, bencana banjir dan tanah longsor juga melanda Kecamatan Tirtoyudo, Ampelgading, dan Gedangan.
BPBD Kabupaten Malang sedang melakukan pendataan mengenai dampak bencana alam di kecamatan-kecamatan tersebut.
Baca Juga: FIFA U-17: Hati-hati Lakukan Naturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Rugi Nanti
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur akibat gangguan atmosfer.
Menurut BMKG, terdapat kemungkinan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam rentang waktu 7 hingga 13 Juli 2023 akibat gangguan atmosfer seperti Madden Julian Oscilation (MJO), gelombang atmosfer Ekuatorial Kelvin, dan gelombang atmosfer Ekuatorial Rossby.
Berita Terkait
-
Saat Warga Berlarian Dikejar Banjir Lahar Dingin di Lumajang
-
Kronologi Hilangnya Mahasiswa Spanyol dan Swiss di Pantai Selatan Malang
-
5 Fakta Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang Lumajang, Tewaskan Satu Keluarga
-
Update Terbaru, Jumlah Pengungsi Bencana Banjir Lahar Dingin di Lumajang Bertambah Menjadi 493 Orang
-
Banjir Lahar Dingin Apakah Dingin? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak