/
Rabu, 30 Agustus 2023 | 18:29 WIB
Thumbnail video menarasikan seolah Presiden Joko Widodo usir Saddil Ramdani. (YouTube)

LINIMASA - Penggawa Timnas Indonesia, Saddil Ramdani dikabarkan diusir dari Indonesia. Bahkan, disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi turun tangan untuk mengusir Saddil Ramdani. 

Disebutkan bahwa Saddil Ramdani sering tentang kebijakan PSSI hingga berujung pada pengusiran penggawa Sabah FC itu.

Kabar tersebut dibagikan kanal YouTube SPORT NEWS pada Rabu (30/8/2023). Kanal tersebut mengunggah video berdurasi empat menit 30 detik.  

"RIWAYAT PENGHIANAT TAMAT!!JOKOWI TURUN TANGAN LANGSUNG USIR PENGHIANAT INDONESIA SADIL RAMDANI.." judul unggahan video. 

"Sering menentang kebijakan PSSI, Jokowi usir paksa penghianat Sadil Ramdani," narasi yang tertulis dalam thumbnail video.

Lantas, benarkah klaim video tersebut?

Cek fakta

Setelah ditonton hingga akhir, isi video sama sekali tidak membahas tentang Presiden Jokowi yang mengusir Saddil Ramdani karena pilih dinaturalisasi oleh Malaysia

Di bagian awal video, berisi tentang wawancara Saddil Ramdani dengan salah satu media Malaysia. Wawancara itu terkait apakah Saddil Ramdani akan tetap bertahan di Sabah FC atau hengkang. 

Baca Juga: Alasan Nadiem Makarim Hapus Kewajiban Mahasiswa S1 dan D4 Bikin Skripsi

Di bagian lain, ditampilkan pula komentar pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana yang berkomentar terkait polemik Saddil Ramdani dengan Timnas Indonesia. 

Tidak ada kesesuain antara klaim yang disebut dalam judul dan thumbnail dengan bahasan yang disampaikan dalam isi video. 

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim menyebut Presiden Jokowi turun tangan usir Saddil Ramdani merupakan informasi menyesatkan alias hoaks. 

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Load More