Idealnya sih, seseorang hanya menginginkan pernikahan sekali seumur hidup bersama orang terkasih. Kalau bisa, mereka pun bertahan sampai akhir hayat.
Namun, seperti ditulis Suara.com, hal berbeda dialami oleh pria tua asal Inggris ini. Dirinya kini masih berusaha menemukan pendamping hidupnya di usia ke-74, tepatnya calon istri untuk pernikahannya yang ke-9.
Sebagaimana ditulis situs Mirror, Ron namanya, merupakan sosok pria yang terkenal karena sudah menikah sebanyak 8 kali. Dirinya pun mengaku selalu mencari pendamping, karena benci merasa sendiri.
"Aku tidak menyerah mendapatkan pendamping. Aku benci sendiri, aku hanya ingin ditemani," ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Pencarian ke-9 kali ini merupakan buntut gagalnya hubungan Ron dengan mantan tunangannya, Rose, pada tahun 2019 lalu. Pria yang memiliki 8 anak ini mengaku merasa tidak cocok dengan wanita tersebut meski belum pernah bertemu secara langsung.
Keduanya berkenalan via online saja dan memutuskan untuk bertunangan setelahnya.
"Aku ingin mencari orang yang bisa diajak ngobrol, yang mendukungku, mau diajak jalan-jalan. Aku biasanya tidak suka keluar saat malam, namun sepertinya kini hal itu menarik," tambahnya.
Sejak saat itu, dirinya menurut Ron, memutuskan untuk menyendiri sementara. Selain karena pandemi, ia mengaku berusaha menyembuhkan kesehatannya.
Namun setelah dua tahun berselang, Ron kini merasa siap untuk mencari wanita pujaannya, namun tetap dengan cara daring.
Baca Juga: Gegara Anaknya Nggak Suka Nasi Dingin, Ibu Ini Putar Otak Berkreasi, Hasilnya Wow!
Tapi yang ada di Indonesia nggak usah berharap dulu ya, sebab Rob berencana mencari sosok wanita idaman yang berasal dari daerah sekitar UK. Ron sendiri mengaku kali ini ingin lebih bersantai dalam mencari pendamping hidupnya.
Ron diketahui pertama kali menikah di tahun 1966. Pernikahan terlamanya berusia 13 tahun, sementara pernikahan tersingkatnya berumur 10 bulan saja.
Saat ini, selain mencari pendamping hidup, Ron juga berencana untuk merilis buku keduanya yang berjudul The Wife Collector. Mau tahu apa buku pertamanya? Judulnya adalah Lord Of The Weddings, dirilis tahun 2014 lalu.
Berita Terkait
-
Bikin Terharu, Wanita 70 Tahun Akhirnya Punya Anak Setelah 54 Tahun Menikah
-
Pasangan Mempelai Keren! Habis Upacara Pernikahan Langsung Main Ski Pakai Baju Pengantin
-
Ada-ada Saja, Inilah 5 Alasan Aneh Kenapa Pasangan Memilih Bercerai
-
Viral Video Momen Pria dan Anaknya Datang ke Pernikahan Sang Mantan Istri, Netizen Heboh Berkomentar
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026
-
Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci
-
Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!
-
30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia