Biasanya saat anak sudah memasuki usia 3-4 tahun, kebanyakan orang tua sudah mulai berancang-ancang untuk memasukkan anak ke sekolah. Bahkan tidak sedikit orang tua yang sudah ingin anaknya masuk sekolah sejak usia 2 tahun.
Ya, tentu boleh-boleh saja memasukkan anak ke sekolah formal sejak usia dini. Namun, seperti ditulis Suara.com, orang tua sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal penting berikut.
Sebagaimana dijelaskan Damar Wijayanti, Montessori & Certified Positive Discipline Parents Educator, penting bagi orang tua untuk terlebih dahulu tahu dan kenal apa minat anak. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenalkan berbagai macam kegiatan kepada anak, agar menemukan minatnya.
"Kita perlu mengenalkan segala macam kegiatan ke anak jadi enggak cuma itu-itu aja. Perlu juga ada variasi, karena setiap orang kan cara belajarnya beda-beda, dengan variasi itu yang dia serap lebih optimal," ujar Damar dalam sebuah acara diskusi daring, belum lama ini.
Damar pun menjelaskan bahwa keinginan anak untuk bersekolah sebaiknya datang dari diri si anak, sehingga diharapkan nantinya anak akan memiliki dorongan yang kuat dalam belajar.
Masuk Sekolah Perlu Persiapan Menyeluruh
Mempersiapkan anak masuk sekolah, tidak hanya soal mencari tempat dengan akreditas bagus. Namun, orang tua harus melakukan persiapan secara menyeluruh seperti menentukan jarak antara rumah dan sekolah, kualitas dan kuantitas pengajar, peraturan hingga kurikulumnya.
"Kalau anak enggak siap masuk sekolah, dia akan kewalahan. Bukannya senang saat pulang sekolah, tapi malah stres, akhirnya waktu mainnya berkurang karena dia harus mengelola stresnya, waktu belajarnya juga bisa berkurang," kata Damar.
Orang tua juga harus ingat bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamakan dengan anak lain. Jadi, penting bagi para orang tua untuk memasukkan anak ke sekolah yang sesuai dengan karakternya.
Lalu, apa tanda bahwa anak sudah siap masuk sekolah? Salah satunya, menurut Damar adalah, anak sudah mampu mengelola emosinya. Nah, tolong perhatikan itu ya moms!
Baca Juga: Ingin Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak? Perhatikan Asupan Makanan Berikut!
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran