Beberapa waktu yang lalu, seorang wanita mengalami kejadian kurang mengenakkan ketika mampir di sebuah warung bersama sang kekasih.
Wanita ini mengaku mendapatkan ejekan yang mengarah pada tindakan body shaming dari seorang penjual di warung nasi uduk.
Karena geram, tidak sedikit warganet lain yang mendukung wanita itu hingga berbondong-bondong mencaci maki serta memberikan rating buruk kepada salah satu warung nasi uduk.
Parahnya, setelah diselidiki warganet 'salah sasaran'dan memberikan hujatan serta review bintang satu kepada warung yang sebenarnya sama sekali tidak melakukan body shaming kepada pelanggannya.
Dihimpun dari laman Hitekno, kasus bermula saat seorang cewek mengaku memperoleh perlakuan kurang menyenangkan dari penjual nasi uduk.
"Beli nasi uduk atau nasi kuning daerah Pamulang malah di-body shaming. Dikatain gendut sama telur dadar dikasih yang gosong. Pas gue pesan, si bapak nyeletuk 'mau makan? ngapain makan kan sudah gendut, kalau gendut makannya dikit. Udah lah telurnya kasih yang gosong aja. Gue langsung bete. Maaf banget nasinya nggak dimakan sama sekali. Tapi masih pacar gue bayar," bunyi keterangan pada video.
Postingan video yang dibagikan viral setelah ditonton lebih dari 4 juta kali dan memperoleh 10 ribu komentar. Ribuan warganet mengaku ikut geram dengan tingkah penjual nasi uduk tersebut.
Tak sedikit warganet yang melakukan spam bintang satu ke warung "Nasi Uduk dan Lontong Sayur Bu Titin" di Jakarta pada laman Google serta aplikasi Google Maps.
Akun @prpl.youu menjelaskan bahwa warganet salah sasaran hujat warung nasi uduk tersebut. Cewek itu menceritakan bahwa kejadiannya berlangsung pada sebuah warung nasi uduk di Pamulang, Tangerang Selatan, bukan Jakarta.
Baca Juga: Ramalan Shio Rabu 16 November 2022: Naga Harus Jujur, Ular jangan Keras Kepala
Pemilik warung nasi uduk Bu Titin mengaku bahwa warungnya sempat ditutup permanen oleh Google karena spam bintang satu dari warganet.
"Terima kasih kak untuk support-nya. Warung saya sampai di-closed permanen sama Google," ungkap pemilik warung nasi uduk tersebut. Fenomena penyerangan bintang satu yang salah sasaran itu mendapat beragam komentar dari warganet.
"Wkwkw, padahal kemarin udah jelas loh mbaknya bilang kalau kejadian di Pamulang, kenapa nyasar di Jakarta," kata akun lain.
"Makanya kalau nonton video sampai akhir (emoticon tertawa)," balas warganet lain.
"Bu Titin di Jakarta be like: maaf, saya salah apa ya," canda pemilik akun lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional