Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya koalisi untuk menghadapi Pemilu 2024. Hal tersebut kata dia berkaca pada pemilu di Malaysia yakni ketika dua partai yang memiliki suara terbanyak tak berkoalisi dan berakhir tak memimpin pemerintahan.
Apalagi kata Airlangga sejak reformasi, tak ada lagi partai politik yang bisa memenangkan pemilu dengan perolehan suara lebih dari 50 persen. Pasalnya kata dia, paling tinggi hanya meraih suara 30 persen.
"Pemilu itu bukan tujuan akhir, tujuan akhir kita adalah rakyat sejahtera. Karena itu, tidak ada satupun partai politik di Indonesia yang bisa menang pemilu sendiri," ujar Airlangga dalam pidato acara penutupan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar yang dikutip dari Warta Ekonomi-jaringan Suara.com, Rabu (23/11/2022).
"Tidak ada satu partai partai politik yang hari ini, dalam konteks hari ini bisa menang di atas 50 persen," sambungnya.
Karena itu kata Airlangga, pihaknya mengambil cara berbeda untuk menghadapi Pilpres 2024, yaitu dengan mendeklarasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sejak awal.
Menurut Airlangga, KIB merupakan kerja sama politik Golkar bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kendati demikian, pihaknya terus mencoba menarik partai politik lain untuk bergabung dengan koalisinya.
"Kami harus berkoalisi, kita harus menarik partai lain untuk mendukung capres yang diusung Partai Golkar sehingga kita bisa menang lebih dari 50 persen," paparnya.
Selain itu kata Airlangga,banyaknya partai politik yang bergabung dengan koalisi dapat memastikan kemenangan pada Pilpres 2024.
Namun kata dia juga dapat membawa efektivitas dalam pemerintahan usai terselenggaranya kontestasi nasional tersebut.
"Kami (Golkar) punya pengalaman juga, Pak Ical juga punya pengalaman, di mana paling penting adalah partai politik yang bisa membentuk koalisi yang bisa membuat pemerintahan efektif dan membuat program bisa berjalan untuk masyarakat," tandasnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS
-
5 Kebiasaan Buruk Pakai Handbrake Ini Sering Terjadi, Bikin Rem Blong Hingga Mobil Melorot
-
Hong Myung-bo Minta Korea Selatan Lupakan Kekalahan dari Meksiko, Fokus ke Laga Penentuan
-
SpesifikasiDell XPS 13 Terbaru, Laptop Ringan dengan Snapdragon X Elite dan Fitur Copilot+
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Alami Gegar Otak Ringan, Quinten Timber Absen Bela Belanda Lawan Swedia
-
5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Novel The Arson Project, Dilema Antara Keadilan Hukum dan Pembalasan Pribadi
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun